BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Cari Kelemahan Situs KPU, Pemuda asal Payakumbuh Dicokok Polisi

Payakumbuhpos.com – Polisi mencokok (menangkap) seorang remaja berinisial MAA, 19 tahun, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Aparat meringkusnya pada Senin lalu karena remaja itu disangka mencoba mengakses secara ilegal laman Komisi Pemilihan Umum, Kpu.go.id.

Berdasarkan informasi yang diterima VIVA, pada Kamis siang, 18 April, MAA datang ke salah satu warnet di Kota Payakumbuh. Dengan menggunakan PC 01, MAA mencoba melakukan penetrasi ke laman KPU. Bahkan, aktivitas itu sempat direkam dengan menggunakan Bandy Cam.

MAA memenetrasi melalui tools accunetix untuk Web Crawler dan scan folder SQL Map untuk injeksi SQL dan payload. Selama melakukan aksi itu, MAA menemukan celah “open redirect” di situs KPU namun tidak mendapatkan celah pada SQL Injeksi.

MAA juga melakukan aktifitas di situs KPU pada 1 April, dan dia sempat mengirimkan email kepada Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Melalui email itu, MAA lantas memberikan penjelasan bahwa dia menemukan celah kelemahan pada situs KPU.

Dedi Hendri, ayah MAA, ketika dihubungi melalui sambungan telepon pada Selasa malam, mengakui bahwa putranya sudah dibawa oleh aparat Direktorat Tindak Pidana Kejahatan Siber Bareskrim Polri ke Jakarta untuk diperiksa.

Celah kelemahan situs

Meski demikian, Dedi meyakini putranya tidak bertindak kriminal seperti yang disangkakan. Itu dibuktikan dengan penjelasan putranya perihal celah kelemahan pada situs KPU. Itu sudah disampaikan pula melalui email dan direspons oleh BSSN.

“Jadi, saya tak akan rela kalau anak saya dianggap kriminal hanya karena bersumber dari informasi maupun berita tak jelas. Dia hanya mencari celah kelemahan, dan itu sudah dia sampaikan melalui email BSSN. Saya tidak ingin anak saya dianggap kriminal,” kata Dedi.

Menurut Dedi, anaknya memang memiliki keterampilan di bidang teknologi informasi. Bahkan mendapatkan sejumlah piagam penghargaan dari beberapa perusahaan besar, seperti tiga perusahaan dari luar negeri dan satu dari Tokopedia.

Jadi, katanya, sangat tidak mungkin putranya melakukan tindakan kriminal. Namun dia tidak mengerti jika situasi politik saat ini sedang panas.

Dedi sedikit lega karena diizinkan berkomunikasi dengan putranya selama sang sulung dalam pemeriksaan di Jakarta. Dia memastikan putranya baik-baik saja.

“Sama polisi di Bareskrim juga saya sudah berkomunikasi. Semua baik-baik saja, anak saya kooperatif, polisi juga baik sama dia. Besok pagi saya berangkat ke Jakarta. Jadi sekali lagi, anak saya bukan pelaku kriminal,” ujarnya ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *