BERITA UTAMA

Bintang Utama Bantai KBS di LJP

Teks foto: SSB KBS dibantai SSB Bintang Utama dengan skor 0-6, di lapangan kelurahan Koto Baru, kecamatan Payakumbuh Timur, Jumat...
BERITA UTAMA

Bukti Rasa Syukur, Masyarakat Sijunjung Gelar Tradisi Bakaua Adat di Los Tobek

Sijunjung,Payakumbuhpos - Bakaua Adat adalah sebentuk tradisi yang ada dimasyarakat Minang Kabau, khususnya Kabupaten Sijunjung sebagai bentuk rasa syukur kepada...
BERITA UTAMA

DPD Pappri Sumbar Himpun Dana Bencana Alam Sumatera Barat

Teks foto: Kru Pappri Sumbar ikut sakaki menghimpun pencarian dana bencana alam Sumatera Barat.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh-- Pasca...
BERITA UTAMA

Disorot Fraksi Golkar, Habiskan APBD Rp1,5 M, Kini Incinerator Sudah Menjadi Besi Tua

Teks foto: Wirman Putra-Juru Bicara Fraksi Golkar DPRD kota Payakumbuh.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh--- Gaung kasus incinerator di RSUD...
BERITA UTAMA

Lulus di ITB Lewat Jalur Undangan, YB. Dt. Parmato Alam Salurkan Bea Siswa

Teks foto: Yendri Bondra Dt. Parmato Alam salurkan bantuan bea siswa kepada Ranji Andiko yang lulus di ITB Bandung lewat...

Bupati Safaruddin Kembali Kunjungi Dua Lokasi Bencana di Kabupaten Limapuluh Kota

PAYAKUMBUHPOS.ID – Bupati Limapuluh Safaruddin Dt. Bandaro Rajo kembali kunjungi lokasi bencana di dua daerah berbeda. Yakni, lokasi banjir dan luapan lahar dingin Gunung Marapi di Nagari Tungkar. Kemudian, lokasi jalan/plat duicker yang amblas di Lokuang Pangorangan, Situjuah Ladang Laweh, Rabu 15 Mei 2024.

Setelah sebelumnya Bupati Safaruddin mengunjungi sungai Batang Sandir yang masih dinormalisasi oleh BWS V Sumatera, nagari Tungkar, kecamatan Situjuah Limo Nagori, kabupaten Limapuluh Kota, Bupati H. Safaruddin Dt. Bandaro Rajo. SH langsung melihat kondisi jalan/plat duicker yang amblas di Lokuak Panghorangan, Situjuah Ladang Laweh.

Dekat plat duicker yang amblas itu, juga ada badan jalan dan bahu jalan yang terban, tak jauh dari lokasi tanah yang dulu direncanakan dibangun pesantren.

Bupati Safaruddin berkunjung ke lokasi bencana, dengan ditemani Kalaksa BPBD Rahmadinol, Camat Situjuah Rumellia dan Kapolsek Situjuah AKP Farzan. Kemudian, Wali Nagari Tungkar Yusrizal Dt Pado, Wali Nagari Situjuah Batua Don Vesky Dt Tan Marajo, Wali Nagari Ladang Laweh Mawardi Dt Sinaro Nan Paneh, dan calon terpilih DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky.

Selain itu, juga ikut mendampingi Bupati, Ketua KAN Tungkar H. AM Dt Bandaro Kuniang, bersama pengurus Dt Gindo Sinaro, S Dt Bandaro Panjang, Alek Dt Paduko Lobiah, serta tokoh masyarakat Us Pondam. Kemudian, perangkat Nagari Tungkar, perangkat Nagari Situjuah Ladang Laweh, dan Kabid Humas Diskominfo Limapuluh Kota Joni Indra.

Di lokasi banjir lahar dingin Gunuang Marapi, tepatnya di Sungai Batang Sandir, Bupati Safaruddin Dt Bandaro Rajo mengapresiasi Balai Wilayah Sungai (BWS) V Sumatera yang sangat respons dengan bencana. Sehingga melakukan normalisasi sungai Batang Sandir, dalam masa tanggap darurat yang sudah ditetapkan Pemkab Limapuluh Kota, berdasarkan hasil rapat dengan Forkopimda.

Bupati Safaruddin tak lupa mengucapkan apresiasinya dan terimakasih kepada BWS V Sumatera yang sudah menormalisasi Sungai Batang Sandir di Nagari Tungkar, Situjuah Limo Nagari. Kalau bisa, setelah pengerukan, ada pula pemasangan bronjong untuk penahan tebing sungai.

“Kemudian, tentu akan sangat baik, jika tersedia anggaran buat membangun jalan inspeksi di pinggir sungai ini,”kata Safaruddin Dt Bandaro Rajo.

Untuk dua titik kerusakan parah di Lokuak Panghorangan ini, Bupati menyebut, akan dilakukan penanganan bertahap. Untuk plat duicker yang sudah hampir putus, bisa dilakukan penanganan segera. Sedangkan untuk bahu dan badan jalan, perlu dilakukan kajian Dinas PU.

“Terkait dengan jembatan Muaro yang putus di Sungai Batang Sandir, bupati meminta Dinas PUPR dan BPBD melakukan kajian. Jembatan ini dulunya dibangun dengan dana desa. Menghubungkan dua jorong di Tungkar. Putus total karena bencana alam,”ujar bupati Safaruddin.

Dalam kesempatan itu, kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat Rahmadinol, mengatakan untuk bendungan irigasi Kapalo Bonda Tembok yang juga putus total akibat luapan Sungai Batang Sandir sudah dilakukan penanganan oleh Dinas PU

“Bahkan pihak dinas Pekerjaan Umum sudah turun dengan BPBD. Insya Alllah, untuk irigasi akan ditangani secepatnya,”kata Rahmadinol.

Sementara itu, calon terpilih angggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Safaruddin Dt Bandaro Rajo bersama jajaran Pemkab Limapuluh Kota, termasuk BPBD, Dinas PU, Dinas Sosial, Dinas Damkar, Distanganhorbun, Dinas Perikanan, Camat dan OPD lain yang melakukan gerak cepat penanganan bencana alam di Situjuah Limo Nagari. Bahkan, Bupati sudah menetapkan status tanggap darurat untuk penanganan bencana.

“Selanjutnya, kita tentu berharap, dapat dilakukan rehab-rekon terhadap jalan, jembatan, irigasi, dan infrastruktur umum lainya yang terdampak banjir dan longsor. Baik di Nagari Tungkar, Ladang Laweh, Situjuah Batua, Situjuah Situjuah Gadang, dan Situjuah Banda Dalam. Karena sudah begitu lama rasanya, Situjuah Limo Nagari, mendapat porsi kecil pembangunan di daerah ini. Kini, saat terjadi bencana, janganlah Situjuah Limo Nagari terabaikan pula,” kata M. Fajar Rillah Vesky.

Sebelumnya, M. Fajar Rillah Vesky bersama Wali Nagari Tungkar Yusrizal Dt Pado dan Lembaga-Lembaga Nagari Tungkar, juga menyampaikan terimakasih kepada BWS V Sumatera yang sudah menormalisasi Sungai Batang Sandir. Serta, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Safaruddin Dt Bandaro Rajo, bersama BPBD, Dinas PUPR, dan Forkopimda, termasuk TNI-Polri yang sudah mendukung normalisasi sungai Batang Sandir.

Sungai Batang Sandir ini disebut penduduk Nagari Tungkar sebagai Batang Ayigh Pondam, Batang Ayigh Gontianh, dan Batang Ayigh Longkatan, Batang Ayigh Ampolu.

“Dalam 6 bulan terakhir, sungai ini sudah empat kali meluapkan banjir dan lahan dingin Gunung Marapi, hingga membuat warga berkali-kali mengungsi, merusak lahan pertanian, dan bahkan memutus jembatan serta bendungan irigasi,”kata Fajar Rillah Vesky.

Ditambahkan Yusrizal Dt Pado, menyebut, normalisasi sungai Batang Sandir oleh BWS V Sumatera, tidak hanya menyelamatkan sungai ini dari sendimentasi yang sudah bertahun-tahun terjadi.

“Namun, untuk jangka panjang, juga melindungi kawasan Batang Agam Payakumbuh yang sudah ditata negara dengan anggaran ratusan miliar rupiah. Mengingat sungai Batang Sandir, bermuara ke Batang Agam,”jelas Y. Dt. Pado. (tt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *