BERITA UTAMA

Bintang Utama Bantai KBS di LJP

Teks foto: SSB KBS dibantai SSB Bintang Utama dengan skor 0-6, di lapangan kelurahan Koto Baru, kecamatan Payakumbuh Timur, Jumat...
BERITA UTAMA

Bukti Rasa Syukur, Masyarakat Sijunjung Gelar Tradisi Bakaua Adat di Los Tobek

Sijunjung,Payakumbuhpos - Bakaua Adat adalah sebentuk tradisi yang ada dimasyarakat Minang Kabau, khususnya Kabupaten Sijunjung sebagai bentuk rasa syukur kepada...
BERITA UTAMA

DPD Pappri Sumbar Himpun Dana Bencana Alam Sumatera Barat

Teks foto: Kru Pappri Sumbar ikut sakaki menghimpun pencarian dana bencana alam Sumatera Barat.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh-- Pasca...
BERITA UTAMA

Disorot Fraksi Golkar, Habiskan APBD Rp1,5 M, Kini Incinerator Sudah Menjadi Besi Tua

Teks foto: Wirman Putra-Juru Bicara Fraksi Golkar DPRD kota Payakumbuh.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh--- Gaung kasus incinerator di RSUD...
BERITA UTAMA

Lulus di ITB Lewat Jalur Undangan, YB. Dt. Parmato Alam Salurkan Bea Siswa

Teks foto: Yendri Bondra Dt. Parmato Alam salurkan bantuan bea siswa kepada Ranji Andiko yang lulus di ITB Bandung lewat...

Bukti Rasa Syukur, Masyarakat Sijunjung Gelar Tradisi Bakaua Adat di Los Tobek

Sijunjung,Payakumbuhpos – Bakaua Adat adalah sebentuk tradisi yang ada dimasyarakat Minang Kabau, khususnya Kabupaten Sijunjung sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT selepas panen padi dan juga untuk menandakan akan dimulainya lagi musim menanam padi.

Acara ini diadakan sekali dalam setahun, terlihat dengan mulai sibuknya orang orang di nagari membuat lomang. Selanjutnya digelar makan bersama dengan pemangku-pemangku adat di Nagari Sijunjung, yang digelar di Los Tobek yang masih dalam wilayah Perkampungan Adat Sijunjung.

Tempat ini memang sudah diperuntukkan untuk tradisi Bakaua Adat sejak dahulu kala oleh pemangku-pemangku adat. Konon ditempat inilah sebuah cerita berasal, “Syech Supayang seorang tokoh agama yang mempunyai banyak murid. pernah menghentakkan tongkatnya sehingga mengeluarkan mata air dan menjadi sebuah Tobek (telaga) yang cukup besar, dan sampai sekarang masih ada, disamping Los Tobek itu sendiri. Sehingga murid-muridnya tidak kekurangan air lagi. Karena itulah tempat ini dipilih untuk berkumpul dan melaksanakan kegiatan adat oleh para pemangku Adat di Nagari Sijunjung.”

Bakaua Adat biasanya diadakan pada hari Senen setiap tahunnya, dan tahun ini diadakan pada tanggal 3 Juni 2024, di Los Tobek Sijunjung dengan tema, “Manukuak Syukur, Marangkuah Kaum”.

Acara ini turut dihadiri oleh H.Daswanto Ketua Komisi VI DPRD Provinsi Sumbar, Kadis Kebudayaan Provinsi yang diwakili Sekretaris Kebudayaan Provinsi, Anggota DPRD Sijunjung Aroni Basri, Bupati Sijunjung diwakili Aprizal,M.Si, Asisten 1, Kadis Parpora Sijunjung Afrineldi, Kadis Dikbud Sijunjung Puji Basuki, Ketua LKAM Kab Sijunjung Datuk Bagindo Tan Ameh, dan unsur Forkopimda Sijunjung atau yang mewakili, Camat Sijunjung Khairudin, serta unsur Forkopimca Sijunjung.

Rajilis sebagai Wali Nagari Sijunjung mengucapkan banyak terima kasih untuk para undangan yang datang. Sementara itu Ketua LKAM Sijunjung tidak lupa mengajak semua yang hadir untuk bersalawat Badar.

H.Daswanto yang di dapuk untuk memberikan kata sambutan, mengatakan, kegiatan kebudayaan tradisional sekarang sudah ada Perdanya. Perda ini merujuk untuk kemajuan kebudayaan dan pelestarian kebudayaan. Ini merupakan kewenangan kabupaten, provinsi maupun pusat, sehingga kita bisa berkolaborasi bersama untuk kemajuan berbagai bidang terutama di bidang kebudayaan.

“Sampai saat ini bidang kebudayaan masuk dalam komisi saya di DPRD Provinsi, dan sebagai perpanjangan lidah masyarakat secara pribadi kita ingin berbuat di provinsi khususnya untuk Bakaua Adat ini. Kita ingin di tahun depan kegiatan ini lebih meriah nantinya, dengan adanya kolaborasi yang terbangun dari tingkat nagari sampai pusat, tentu sangat memudahkan kita bekerja, paling tidak secara bertahap kita bisa membangun negeri kita tercinta ini, saya juga mengucapkan terima kasih untuk konstituen saya sehingga bisa terpilih kembali sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumbar,” “tukuk Daswanto.

Mewakili Bupati Sijunjung, Asisten 1 Aprizal mengatakan, kita sebagai mahkluk Tuhan YME,, tentu patut bersyukur atas rahmat Nya. Inilah makna dari berkaul, dengan rasa syukur ini semoga rizki kita semakin dilipat gandakan dan musibah di jauhkan. Aamiin.

“Kita patut bersyukur dan berterimakasih kepada Allah SWT atas segala karuniaNya, kita juga harus bisa menjaga dan melestarikan agar nilai nilai budaya dan kearifan lokal ini tidak tergerus oleh zaman,” kata Aprizal.

Selanjutnya Pandeka Bungsu dan Palito Sutan menuturkan, tutur pasambahan ka makan dan dilanjutkan dengan berdoa bersama, agar terus diberikan nikmat kesehatan dan kelimpahan rezki, sehat lahir bathin terhindar dari bencana dan sejahtera selalu. (Zalmedra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *