Bripka Frans Ramel Sosok Bhabinkamtibmas yang Kreatif
Payakumbuh– Bekerja ikhlas dan memiliki rasa Peduli yang tinggi melekat pada sosok Bripka Frans Ramel. Seorang anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kota Payakumbuh yang saat ini tengah bertugas di Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Lamposi Tigo Nagari, Kota Payakumbuh, patut diberikan apresiasi yang besar. Dimana sosok Polisi teladan ini terus berbuat yang terbaik buat warga binaannya.Apalagi ditengah gencarnya upaya pencegahan penularan Covid-19 dan sosialiasi gerakan “masker untuk semua”. Sosok Polisi Humanis ini dengan sukarela dengan swadaya sendiri membelikan masker buat masyarakat.
Sebagaimana pada Sabtu, 11 April 2020 sambil mensosialisasikan pentingnya masker di tengah wabah Covid 19 . Sambil berpatroli anggota Polsekta Payakumbuh ini, membagikan sebanyak 72 masker buat warga yang di temuinya.
Kasat Binmas Polres Payakumbuh AKP Hikmah mengatakan Frans Ramel menyisihkan penghasilannya dari budidaya magot/larva/belatung (black soldier fly) dan itik untuk membeli masker tersebut yang ia bagikan kepada warga.
Hikmah juga mengatakan bahwa Frans Ramel merupakan salah satu Bhabinkamtibmas berprestasi yang sebelumnya sering membantu warga dari hasil usaha pribadinya. “Sebelumnya pada hari Jum’at, 28 Februari 2020, Bripka Frans membelikan sepatu siswa berprestasi di bidang pencak silat SDN 37 yang sepatunya sudah robek dan mendapatkan apresiasi dari pihak sekolah“.
Masih menurut Hikmah “ pada Selasa, tanggal 10 Maret 2019 lalu, Program Binmas Pioner Budidaya Magot untuk pakan unggas dan ikan yang dibangun oleh Frans bersama warga telah dijadikan salah satu program unggulan Kelurahan Koto Panjang dan sudah masuk dalam penilaian 5 besar Kelurahan berprestasi tingkat Kota Payakumbuh, “ imbuh Hikmah.
Hikmah juga menambahkan dengan budidaya magot tersebut, Frans telah mampu menciptakan lapangan kerja untuk warga binaannya dengan membudidayakan magot untuk pakan alternatif berprotein tinggi bagi unggas dan ikan serta bermanfaat dalam pengelolaan sampah organik yang menjadi sumber makanan magot.
Sementara Frans mengatakan bahwa dirinya juga berternak itik, “saat ini itik kami sudah mulai berproduksi. Rata-rata tiap harinya sudah bertelur sebanyak 6-8 butir dan langsung kita masukan ke dalam mesin tetas. Mesin tetasnya juga saya manfaatkan untuk masyarakat yang ingin menitipkan telur untuk ditetaskan. Sudah ada 2 orang warga yang menitipkan telur sebanyak 60 butir di mesin penetasan itu“.
Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan membenarkan kreatifitas dan kepedulian Bripka Frans Ramel selama ini. Dony mengatakan, “kami sangat mendukung sepenuhnya Bhabinkamtibmas yang kreatif seperti Bripka Frans ini, yang berkerja tidak hanya sekedar menggugurkan kewajiban. Harapan kami, semoga apa yang dilakukan Bripka Frans dapat menginspirasi Bhabinkamtibmas lainnya“. (Hms/benpi)









