BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

BMKG: 8 Titik Zona Gempa di Sumbar, Mentawai Paling Berbahaya

Ilustrasi lokasi gempa beberapa hari lalu di Mentawai. BMKG

PADANG, payakumbuhpos.com – Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa terdapat delapan titik zona gempa di Sumatera Barat yang harus mendapat perhatian, terutama zona Mentawai.

“Hasil penelitian tim Puslitbang BMKG berdasarkan analisis distribusi spasial B-Value memperlihatkan ada 8 zona yang perlu mendapat perhatian khusus, salah satunya adalah zona Mentawai,” kata Dwikorita dikutip dari keterangan resmi, Kamis (7/2/2019).

Bahkan hal ini juga diungkapkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Daerah Sumatera Barat ketika menggelar rapat koordinasi mitigasi penanganan gempa dan tsunami di Padang, Rabu (6/2/2019).

Sebagai tindak lanjut temuan itu, Dwikorita mengungkapkan bahwa BMKG telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi baik dari segi observasi, processing, diseminasi serta koordinasi dengan pihak terkait.

BMKG juga menambah unit khusus untuk mengawasi Kepulauan Mentawai yang berlokasi di Padang Panjang. Tim tambahan ini bekerja khusus untuk memantau kegempaan yang dipicu sesar aktif di sana.

Selain menambah UPT, BMKG juga akan segera memasang 50 unit Earthquake Early Warning System (EEWS) atau sistem dini peringatan gempa bumi di Sumatera Barat.

Alat yang bakal dipasang di pesisir Sumatera Barat ini akan memberi peringatan dini bahaya guncangan akibat gempa dengan memanfaatkan selisih waktu tiba antara gelombang primer (P) dan sekunder (S).

“Sistem ini bermanfaat mengurangi dampak kerusakan infrastruktur vital misalnya pembangkit listrik, mesin-mesin pabrik, dan masih banyak lagi, dengan cara mematikan sistem kelistrikan atau sistem mekanik secara otomatis ketika ada peringatan” tambah Dwikorita.

Dalam kesempatan itu Dwikoritas juga menyatakan bahwa 15 Warning Receiver System (WRS) telah terpasang di BPBD Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat serta di TNI AL Lantamal Padang.

Alat tersebut berfungsi sebagai sarana koordinasi dan penyebaran informasi apabila terjadi gempa dan tsunami.

(editor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *