BERITA UTAMA

Bintang Utama Bantai KBS di LJP

Teks foto: SSB KBS dibantai SSB Bintang Utama dengan skor 0-6, di lapangan kelurahan Koto Baru, kecamatan Payakumbuh Timur, Jumat...
BERITA UTAMA

Bukti Rasa Syukur, Masyarakat Sijunjung Gelar Tradisi Bakaua Adat di Los Tobek

Sijunjung,Payakumbuhpos - Bakaua Adat adalah sebentuk tradisi yang ada dimasyarakat Minang Kabau, khususnya Kabupaten Sijunjung sebagai bentuk rasa syukur kepada...
BERITA UTAMA

DPD Pappri Sumbar Himpun Dana Bencana Alam Sumatera Barat

Teks foto: Kru Pappri Sumbar ikut sakaki menghimpun pencarian dana bencana alam Sumatera Barat.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh-- Pasca...
BERITA UTAMA

Disorot Fraksi Golkar, Habiskan APBD Rp1,5 M, Kini Incinerator Sudah Menjadi Besi Tua

Teks foto: Wirman Putra-Juru Bicara Fraksi Golkar DPRD kota Payakumbuh.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh--- Gaung kasus incinerator di RSUD...
BERITA UTAMA

Lulus di ITB Lewat Jalur Undangan, YB. Dt. Parmato Alam Salurkan Bea Siswa

Teks foto: Yendri Bondra Dt. Parmato Alam salurkan bantuan bea siswa kepada Ranji Andiko yang lulus di ITB Bandung lewat...

BMKG: 8 Titik Zona Gempa di Sumbar, Mentawai Paling Berbahaya

Ilustrasi lokasi gempa beberapa hari lalu di Mentawai. BMKG

PADANG, payakumbuhpos.com – Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa terdapat delapan titik zona gempa di Sumatera Barat yang harus mendapat perhatian, terutama zona Mentawai.

“Hasil penelitian tim Puslitbang BMKG berdasarkan analisis distribusi spasial B-Value memperlihatkan ada 8 zona yang perlu mendapat perhatian khusus, salah satunya adalah zona Mentawai,” kata Dwikorita dikutip dari keterangan resmi, Kamis (7/2/2019).

Bahkan hal ini juga diungkapkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Daerah Sumatera Barat ketika menggelar rapat koordinasi mitigasi penanganan gempa dan tsunami di Padang, Rabu (6/2/2019).

Sebagai tindak lanjut temuan itu, Dwikorita mengungkapkan bahwa BMKG telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi baik dari segi observasi, processing, diseminasi serta koordinasi dengan pihak terkait.

BMKG juga menambah unit khusus untuk mengawasi Kepulauan Mentawai yang berlokasi di Padang Panjang. Tim tambahan ini bekerja khusus untuk memantau kegempaan yang dipicu sesar aktif di sana.

Selain menambah UPT, BMKG juga akan segera memasang 50 unit Earthquake Early Warning System (EEWS) atau sistem dini peringatan gempa bumi di Sumatera Barat.

Alat yang bakal dipasang di pesisir Sumatera Barat ini akan memberi peringatan dini bahaya guncangan akibat gempa dengan memanfaatkan selisih waktu tiba antara gelombang primer (P) dan sekunder (S).

“Sistem ini bermanfaat mengurangi dampak kerusakan infrastruktur vital misalnya pembangkit listrik, mesin-mesin pabrik, dan masih banyak lagi, dengan cara mematikan sistem kelistrikan atau sistem mekanik secara otomatis ketika ada peringatan” tambah Dwikorita.

Dalam kesempatan itu Dwikoritas juga menyatakan bahwa 15 Warning Receiver System (WRS) telah terpasang di BPBD Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat serta di TNI AL Lantamal Padang.

Alat tersebut berfungsi sebagai sarana koordinasi dan penyebaran informasi apabila terjadi gempa dan tsunami.

(editor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *