BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Biaya Pilgub Tinggi, Riza Falepi Mengaku Siap Berkat Dukungan Sesama Alumni ITB

Payakumbuh -Dalam sesi temu ramah dengan insan pers di Kota Padang, sebagai ibu kota provinsi Sumatera Barat, Walikota Payakumbuh Riza Falepi tak menampik adanya kemungkinan politik berbiaya tinggi yang akan dihadapi para kandidat calon gubernur. Meski demikian, Riza mengaku siap untuk mengikuti kontestasi.

“Tak bisa dipungkiri bahwa biaya ikut pilkada apalagi Pilgub itu tinggi, makanya saya bilang jadi kepala daerah saat ini irrasional jika disandarkan kepada hitung-hitungan materi, berapa lah gaji kepala daerah,” ujar Riza menanggapi pertanyaan wartawan saat jumpa pers, Kamis (12/12).

Makanya, Riza menegaskan para kandidat yang ingin maju, harus betul betul ikhlas berbuat untuk membangun kampung halaman. Kandidat juga mesti memiliki dukungan sosial yang kuat, agar tingginya “ongkos” mengikuti kompetisi bisa tereduksi karena tingginya swadaya dari para pendukung dan simpatisan.

“Seberapa besar modal sosial yang dimiliki serta diikuti oleh tingginya dukungan para tokoh dan juga masyarakat terhadap kandidat, akan meminimalisir beban biaya tinggi dalam pilkada tersebut,” ujar Riza.

Terkait hal itu Riza mengaku optimis dan telah mengantongi bentuk dukungan demikian. Dikatakan, teman-teman sesama alumni ITB yang banyak berkiprah dipentas nasional dna internasional siap mendukung jika dirinya jadi maju pada Pilgub Sumbar mendatang.

“Alhamdulillah banyak teman-teman alumni ITB khususnya yang berlatar belakang pengusaha di pulau Jawa turut mendukung saya maju di Pilgub Sumbar. Mereka siap membantu saya baik moril maupun materil. Prinsipnya alumni mendukung,” ujar Riza.

Meski demikian, Riza mengaku dukungan bersifat personal dan bukan kelembagaan alumni ITB.

“Secara kelembagaan tentu tidak elok, tetapi sebagian rekan-rekan pengurus alumni ITB mendukung, mungkin karena saya juga pernah menjadi pengurus Alumni era Pak Hatta Rajasa dan terakhir ikut berkontestaso dalam pemilihan ketua alumni, meski hanya meraih posisi kedua,” terang Riza.

Ditanya berapa besaran finansial yang disiapkannya jika betul jadi maju pada Pilgub Sumbar 2020 mendatang, riza menjawab diplomatis.

“Pokoknya siaplah untuk berkompetisi, tapi tentu akan diungkapkan setelah penetapan calon,” pungkasnya. (Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *