BERITA UTAMA

Bintang Utama Bantai KBS di LJP

Teks foto: SSB KBS dibantai SSB Bintang Utama dengan skor 0-6, di lapangan kelurahan Koto Baru, kecamatan Payakumbuh Timur, Jumat...
BERITA UTAMA

Bukti Rasa Syukur, Masyarakat Sijunjung Gelar Tradisi Bakaua Adat di Los Tobek

Sijunjung,Payakumbuhpos - Bakaua Adat adalah sebentuk tradisi yang ada dimasyarakat Minang Kabau, khususnya Kabupaten Sijunjung sebagai bentuk rasa syukur kepada...
BERITA UTAMA

DPD Pappri Sumbar Himpun Dana Bencana Alam Sumatera Barat

Teks foto: Kru Pappri Sumbar ikut sakaki menghimpun pencarian dana bencana alam Sumatera Barat.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh-- Pasca...
BERITA UTAMA

Disorot Fraksi Golkar, Habiskan APBD Rp1,5 M, Kini Incinerator Sudah Menjadi Besi Tua

Teks foto: Wirman Putra-Juru Bicara Fraksi Golkar DPRD kota Payakumbuh.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh--- Gaung kasus incinerator di RSUD...
BERITA UTAMA

Lulus di ITB Lewat Jalur Undangan, YB. Dt. Parmato Alam Salurkan Bea Siswa

Teks foto: Yendri Bondra Dt. Parmato Alam salurkan bantuan bea siswa kepada Ranji Andiko yang lulus di ITB Bandung lewat...

Besok Minggu Dimulai Car Free Day di Jalan Khatib Sulaiman Padang

Simpang empat di depan Masjid Raya Sumatera Barat menuju kawasan Jalan Khatib Sulaiman. Calva

PADANG, payakumbuhpos.com — Bila tidak ada aral melintang, pelaksanaan Car Free Day (CFD) bakal digelar untuk pertama kali di sepanjang Jalan Khatib Sulaiman mulai Minggu 20 Januari 2019. Pelaksanaan CFD ini merupakan implementasi dari Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) yang telah dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Diharapkan pelaksanaan CFD akan berkelanjutan sehingga menjadi gaya hidup masyarakat di Kota Padang.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar, Adib Alfikri, saat jumpa pers di Kantor Dispora Sumbar, Kamis (17/1), menyebutkan, kegiatan ini dilatarbelakangi kebutuhan masyarakat perkotaan terhadap olahraga. Sebenarnya CFD bukan hal yang baru di Padang, mengingat beberapa tahun yang lalu juga pernah dilakukan di sepanjang Jalan Sudirman. Nah, kebetulan 20 Januari besok IMA (Indonesia Marketing Association) Chapter Padang akan menggelar acara jalan santai dalam rangka memperingati 70 tahun gugurnya Khatib Sulaiman.

Atas dasar kegiatan itu pula, kata Adib, pihaknya terpikir untuk menggelar CFD secara berkelanjutan di Jalan Khatib Sulaiman. Setelah dibahas beberapa kali, pihaknya akhirnya memutuskan kegiatan itu akan menjadi agenda rutin yang akan digelar setiap hari Minggu dari pukul 06.00 hingga 10.00.WIB.

Untuk lokasi CFD sendiri, sambung Adib, akan dimulai dari depan Masjid Raya Sumbar sampai di depan Rumah Makan Lamun Ombak, kemudian berputar arah kembali ke titik awal. Nantinya, Jalan Khatib Sulaiman akan dibagi menjadi tiga jalur, di mana jalur kiri digunakan sebagai jalur bagi pelari dan pesepeda, atau kegiatan-kegiatan lain yang membutuhkan kecepatan. Sedangkan jalur tengah diperuntukkan bagi pejalan kaki yang ingin menikmati CFD dengan santai. Sementara jalur kanan akan dijadikan sarana eksibisi (latihan) berbagai cabang olahraga seperti, futsal, basket, panahan, tenis meja, dan sebagainya.

“Jadi di jalur kanan itu konsepnya tidak hanya memertontonkan cabor seperti futsal atau tenis meja kepada masyarakat. Akan tetapi, mereka yang lewat juga boleh ikut mencobanya secara bergantian. Nanti juga akan dipandu oleh para pelatih yang kami persiapkan,” katanya.

CFD sendiri, Adib menuturkan, juga bekerja dengan Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar untuk menjaring pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang akan berjualan di pelataran parkir gedung di sepanjang Jalan Khatib Sulaiman. Para pelaku UMKM terlebih dulu harus mendaftar secara dalam jaringan (daring/online), dan bakal ditempatkan sesuai lokasi yang ditentukan. Selain UMKM, juga akan disediakan posko kesehatan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar.

Untuk menjadikan CFD sebagai agenda rutin, Adib mengungkapkan bahwa Pemprov Sumbar telah menyusun draft Peraturan gubernur (Pergub) yang saat ini tengah dalam proses pengajuan. Meski belum berkonsultasi lebih mendalam dengan DPRD Sumbar, Adib mengatakan bahwa dalam waktu dekat ia akan melayangkan surat kepada DPRD Sumbar terkait CFD.

Sementara itu, Vice President Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Padang, Jefri Kurniawan menuturkan, CFD merupakan bagian dari serangkaian acara dalam rangka peringatan 70 tahun wafatnya Pejuang Khatib Sulaiman. Acara itu dibuka dengan Peringatan Peristiwa Situjuh Batur pada 15 Januari lalu, dilanjutkan dengan bedah buku dan peresmian Yayasan Khatib Sulaiman, dan kemudian ditutup dengan kegiatan CFD.

“Untuk kegiatan CFD, kami telah menyiapkan sekitar 50.000 kupon undian yang bisa diperoleh di beberapa tempat seperti, di Daihatsu Padang, Hotel Grand Zuri, J.Six Cafe, dan seterusnya. Kami berharap kegiatan tak hanya sukses, tetapi juga bisa menjadi landasan untuk memperjuangkan Khatib Sulaiman menjadi Pahlawan Nasional,” ucap cucu Khatib Sulaiman tersebut.

Rekayasa Lalu Lintas

Jalur Khatib Sulaiman merupakan salah satu jalur utama transportasi di pusat ibukota Sumbar. Dengan rencana penyelenggaraan CFD secara berkelanjutan ini, diperlukan rekayasa lalu lintas agar pelaksanaannya tidak menimbulkan masalah lain. Terkait hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang, Dedi Hanidal mengatakan, pihaknya bersama dengan Dishub Provinsi, Dirlantas Polda Sumbar, dan Satlantas Polresta Padang bertanggung jawab dalam pelaksnaan rekayasa lalu lintas itu.

“Pelaksanan CFD akan berimbas pada jalur transportasi di Jalan Jhoni Anwar dan Raden Saleh. Artinya juga akan berimbas pada jalur Trans Padang dan angkuta kota menuju kawasan Lapai,” kata Dedi kepada dilansir payakumbuhpos.com dari Haluan, Sabtu Kamis (19/1/2019).

Dedi menerangkan, untuk Trans Padang, pengalihan dilakukan dengan mengarahkan jalurnya ke kawasan Ulak Karang selama CFD berlangsung. Sedangkan untuk dua trayek yang terganggu, pihaknya akan mengarahkan angkot yang biasanya melalui Jalur Khatib Sulaiman untuk langsung berbelok ke Simpang Telkom. “Sedangkan yang dari Siteba akan langsung diarahkan lurus,” ujarnya.

Kasatlantas Polresta Padang, Kompol Asril Prasetya menyebutkan, terkait rencana pelaksanaan CFD mulai pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB di sepanjang jalan Khatib Sulaiman pada Minggu 20 Januari, pihaknya akan menurunkan sekitar 90 personil untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

“Di jalan Khatib Sulaiman itu kan ada dua titik. Pertama, di simpang Masjid Raya dan kedua di simpang LO. Kalau yang di Simpang Masjid Raya, diarahkan ke Alai, ke jalan Raden Saleh, dan ke jalan Supratman. Kalau yang di simpang LO, akan diarahkan ke Ulak Karang atau Nanggalo,” katanya.

Asril mengatakan, di setiap persimpangan, ia akan menempatkan anggotanya untuk menjaga kelancaran pelaksanaan CFD. “Untuk kendaraan yang sifatnya darurat, ketika melalui jalur ini akan kami prioritaskan. Bahkan, akan kami lakukan pengawalan,” katanya lagi.

DPRD Minta Tinjau Ulang

Sebelumnya diberitakan, Kalangan DPRD meminta rencana pelaksanaan CFD berkelanjutan ditinjau kembali. Wakil Ketua DPRD Sumbar Arkadius Datuak Intan Bano mengatakan, upaya menjadikan Jalan Khatib Sulaiman sebagai kawasan CFD sama sekali belum dikonsultasikan Pemprov Sumbar ke DPRD.

Arkadius menilai, menjadikan kawasan Khatib menjadi daerah CFD butuh kajian yang lebih dalam. “CFD baik untuk masyarakat, tetapi jagan sampai menggangu kepentingan umum,” kata Arkadius, Rabu (16/1).

Senada dengan Arkadius, Anggota DPRD Sumbar lainnya, Apris Yaman juga menuturkan, Jalan Khatib Sulaiman merupakan akses utama untuk beraktivitas bagi warga. Jika ingin menggelar CFD berkelanjutan, jangan sampai menghambat mobilitas masyarakat yang mempunyai kepentingan lain di jalur tersebut.

“Kami mengimbau saat akan diadakan pusat keramaian, jangan di jalan raya. Biarkan jalan mejadi menjadi infrastukstur penunjang mobilisasi masyarakat,” katanya. (***)

Sumber harianhaluandotcom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *