BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Berkunjung Dangau Gadang Resto Bumdes Kumbayau Maju Bersama: Menawarkan Ide Kreatif dari Kearifan Lokal

Sawahlunto–Merancang ide kreatif. Mencari terobosan dan inovasi. Direncanakan terstruktur, dieksekusi dengan pengawalan yang ketat. Semua potensi digerakkan. Cara bergerak itu, menjadi acuan di Bumdes Kumbayau Maju Bersama (KMB) Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.

“Langkahnya sudah benar. Sudah mendapatkan celah usaha. Tinggal bagaimana bisa dimaksimalkan dan diefektifkan,” kata Ketua Forum Bumdes Indonesia H. Febby Datuk Bangso memberikan apresiasi sembari menyebutkan, ide kreatif dari kearifan lokal merupakan potensi terbesar dalam pengembangan wisata di berbagai daerah.
Bumdes berpredikat terbaik Nasional ini mengelola sejumlah usaha.

Wisata Desa merupakan salah satu unit usaha yang dimiliki. Dikembangkan di lahan seluas 2000 meter persegi yang telah menjadi aset Bumdes sejak 2018. Lahan yang dimiliki tersebut “disulap” menjadi tempat wisata kuliner, nuansa keluarga khas alam berdesa.

Direktur Bumdes KMB Ferdian Datuk Dinagari menjelaskan, konsep untuk Wisata Desa Dangau Gadang ini sudah ada sejak awal 2018. “Kita akan membangun restoran dikelilingi tempat-tempat duduk seperti dipinggir sawah. Pengunjung bisa benar-benar menimati makan atau santai di area pedesaan,” jelasnya.
Pemandangan yang ditawarkan di Dangau Gadang ini sangat menjanjikan. Suasana yang nyaman di bawah rindangnya pohon yang berada di sekeliling dangau menjadi daya tarik tersendiri untuk pengunjung mengambil foto. Banyak spot foto menarik.

Ferdian Datuak Dinagari yang juga merupakan Founder Sekolah Bumdes Indonesia (SBI) ini menambahkan, konsep dasar Dangau Gadang Resto merupakan Wisata Kuliner yang nanti akan disupport oleh produk-produk lokal Desa. Disamping juga akan menyediakan dan menjual makanan minuman khas yang diproduksi oleh masyarakat Desa Kumbayau.

“Dasarnya kearifan lokal Desa Kumbayau, tentu yang dijual produk khas desa. Ada sambal lado jariang batokok atau sambal lado umpuak. Juga ada minuman spesial, Teh Telor Kangen Mama kesukaan Sekretasi Desa Ponggok, Bapak Yanni Setiadiningrat,” kata Datuak Ferdi.

Disamping resto dengan suasana alam yang menawan, saat ini Datuak Ferdian dengan Bumdes Kumbayau juga sedang mempersiapkan arena permainan tradisional bernama Upie Luncur, sejenis permainan perosotan.

“Namanya “Upie Luncur”, perosotan tradisional menggunakan pelapah pinang. Kalau yang ada diwaterboom dan arena permainan umumnyakan memakai balon. Kalau kita di Desa perosotannya dari pelapah Pinang,” jelasnya. (Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *