BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Berdaya Bersama,Tradisi Tahfiz Dan Perpisahan Siswa Di SMPN 1 Suliki Jadi Inspirasi.

SULIKI — SMP Negeri 1 Suliki yang berlokasi di Jorong Suliki Baruah, Nagari Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota, menggelar tiga kegiatan besar secara bersamaan pada Senin, 27 Mei 2024. Ketiga kegiatan tersebut adalah Wisuda Tahfiz Al-Qur’an Angkatan III, Pelepasan Siswa Kelas IX Angkatan ke-25, serta Pelepasan Guru Purna Tugas.

Acara berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri oleh wali murid, guru, siswa, Bundo Kanduang, serta tokoh masyarakat setempat. Yang istimewa, seluruh kegiatan ini merupakan hasil inisiatif murni dari para orang tua siswa dan dilaksanakan tanpa pungutan biaya sepersen pun dari pihak sekolah.

Kepala SMPN 1 Suliki, Adrizal, S.Pd., M.M., menyebutkan bahwa kegiatan ini tidak sekadar seremoni tahunan, tetapi juga merupakan bagian dari program pembinaan karakter yang telah menjadi tradisi sekolah.

“Wisuda tahfiz ini merupakan salah satu program unggulan sekolah dalam membina karakter anak, terutama memperbaiki bacaan sholat dan hafalan Al-Qur’an. Harapan kita, kegiatan ini menyentuh hati mereka dan membentuk pribadi yang baik sesuai tuntunan Islam,” ungkap Adrizal.

Dalam acara ini juga terselip kisah inspiratif seorang siswa berkebutuhan khusus yang sejak kelas 1 hingga tamat tetap setia bersekolah di SMPN 1 Suliki. Meski memiliki keterbatasan fisik dan kesehatan, ia tetap semangat mengikuti pembelajaran, bahkan kerap dijemput dan digendong oleh pihak sekolah atau orang tua siswa lainnya.

“Kami bangga menjadi satu-satunya sekolah di wilayah ini yang membuka tangan dan hati untuk siswa dalam kondisi seperti itu. Alhamdulillah, ia bisa menyelesaikan pendidikannya hingga tamat,” ungkap Adrizal haru.

Pada momen pelepasan ini, sebanyak 57 siswa kelas IX dilepas, sementara untuk wisuda tahfiz, tercatat sekitar 20 siswa mengikuti seleksi, dan 3 siswa di antaranya berhasil menguasai hafalan 2 juz.

“Jumlah bukanlah tolok ukur utama. Yang terpenting adalah komitmen dan kesinambungan pembinaan. Insya Allah tahun depan jumlah siswa yang diwisuda akan meningkat. Sekolah terus memberi ruang dan pembelajaran untuk tahfiz ini dengan dukungan guru serta masyarakat,” lanjutnya.

Menanggapi adanya surat imbauan mengenai larangan pelaksanaan perpisahan, Ketua Komite Sekolah, Ferry Zulhasdi, turut angkat suara.

“Kegiatan ini telah menjadi tradisi sekolah sejak 2019. Kami selaku komite mendukung penuh penyelenggaraan wisuda tahfiz dan pelepasan ini. Kegiatan murni dari wali murid, dan sekolah hanya memfasilitasi. Apalagi harapan kedepan anak-anak tampil langsung di hadapan guru, wali murid, dan juri,” jelas Ferry.

Teknis pelaksanaan tahfiz diserahkan kepada guru agama, Buk Anisa, yang juga menjadi penggerak program yang bernama “Bengkel Iman, sebuah upaya khusus untuk membina siswa yang belum sempurna dalam membaca Al-Qur’an dan memahami ibadah harian. Program ini menjadi bagian dari penguatan spiritual siswa di lingkungan SMPN 1 Suliki.

Kepala sekolah juga menyampaikan harapan kepada Pemerintah Daerah di bawah kepemimpinan Bupati Safni Sikumbang, agar program keagamaan seperti ini mendapatkan dukungan lebih luas.

“Kami mengapresiasi dukungan yang telah diberikan. Ke depan, kami berharap Dinas Pendidikan menyediakan ruang lebih luas bagi pembinaan karakter berbasis keagamaan. Kegiatan ini bukan hanya meriah, tetapi penuh nilai dan semangat kolaboratif. Tidak ada pungutan biaya dari sekolah. Jika orang tua ingin menyelenggarakan dan menjadi panitia, sekolah sangat mendukung,” tegas Adrizal.

Sebagai bentuk keterbukaan dan publikasi kegiatan berbasis partisipasi masyarakat, pihak sekolah juga turut mengundang kepala sekolah SD Se–Suliki, kepala SMK Ampang Gadang, SMA Suliki, serta unsur Muspika seperti camat, kepala Lapas, kejaksaan cabang Suliki, Wali Nagari, dan secara resmi Bupati Lima Puluh Kota beserta jajarannya. Hadir pula media lokal seperti Fajri Hermanto dari PayakumbuhPos.id serta perwakilan LSM, Agus Supriyanto dari GIB.sebagai bentuk keterbukaan dan publikasi terhadap kegiatan pendidikan yang berbasis partisipasi masyarakat.

Kegiatan terpadu ini menjadi simbol sinergi antara sekolah dan wali murid dalam membangun generasi berkarakter. SMPN 1 Suliki membuktikan komitmennya tidak hanya pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan nilai keagamaan dan pembinaan akhlak siswa.

(FajriHR).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *