BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Belasan Anak Punk Serang Mako Satpol PP Kota Padang

Payakumbuhpos.com – Belasan yang diduga Anak Jalanan (Anjal) “Punk” melakukan aksi teror dan penyerangan ke Mako Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang di Jalan Tan Malaka No. 3c Kota Padang, Sumatera Barat, Jum’at (5/7) dini hari.

Melihat hal itu petugas piket berusaha menjalin komunikasi dengan baik untuk menenangkan situasi, namun kontak fisik tidak terelakkan, mengakibatkan satu orang anggota Provos Satpol PP Kota Padang bernama Angga yang sedang piket malam di penjagaan terkena pukulan besi dan kayu di bagian badan sebelah kanan yang mengakibatkan luka lebam dan berdarah.

Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Kota Padang Al Amin mengatakan, Jumlah mereka yang datang ke Mako sekitar 15 orang lebih, mereka berpakaian hitam-hitam. Semuanya membawa senjata berupa kayu yang ada paku, berupa besi, botol kaca dan lain sebagainya.

“Demi menjaga keadaan mako agar kondusif, petugas terpaksa pukul mundur anak Punk agar segera membubarkan diri dan berhasil mengamankan sebanyak empat orang, sementara yang lainnya kabur melarikan diri”, ucap Kasat Pol PP Kota Padang.

Sekitar satu jam setelah penyerangan kembali diamankan tiga orang lainnya di kawasan Permindo Padang, yang dibantu oleh warga.

“Untung ketiganya cepat kita amankan ke Mako, sebab ketika berada dipermindo mereka sudah dihakimi warga beramai ramai, hingga mengakibatkan luka lebam dan berdarah dibagian kepala, terang Al Amin.

Selanjutnya, tujuh orang anak Punk tersebut diserahkan Satpol PP Kota Padang ke Polresta padang, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Karena ini sudah ranahnya pidana, kita serahkan saja semuanya ke pihak yang berwenang” tambah Kasat Pol PP Kota Padang.

Diduga mereka melakukan penyerangan karena tidak terima atas kegiatan Satpol PP Kota Padang yang selalu gencar melakukan penertiban terhadap anjal Punk.

Informasi yang dihimpun media ini dari masyarakat setempat, mereka diduga melakukan pengrusakan terhadap meja dan kursi milik warga serta tidur hingga 24 jam di lapak warga. (Robbie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *