Bantuan Kemanusiaan Karang Taruna Tarok dan Remaja Masjid Tarok Diberangkatkan untuk Korban Banjir Bandang di Sumatra Barat.
Payakumbuh—Dalam suasana penuh haru dan kebersamaan, Karang Taruna BROSCO Tarok bersama Remaja Masjid Tarok (REMESTA) resmi memberangkatkan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir bandang dan longsor di Sumatra Barat, donasi ini akan di bagikan ke wilayah Malalak dan Palembayan. Momen keberangkatan ini diawali dengan doa bersama, sebagai wujud rasa syukur dan harapan agar seluruh proses penyaluran berjalan lancar dan membawa manfaat bagi para penerima.
Penggalangan donasi yang dimulai sejak 30 November lalu mendapat respons yang luar biasa dari masyarakat Tarok/Kelurahan Tigo Koto Diate. Dukungan tak hanya hadir dalam bentuk materi, tetapi juga tenaga, waktu, serta kebersamaan yang membuat kegiatan ini terasa begitu hangat dan bermakna.
Seluruh bantuan yang telah terkumpul—berupa sembako, kebutuhan pokok, serta logistik darurat—dikemas dengan rapi oleh para relawan dan dimuat ke dalam armada:
1 unit Mobil L300
1 unit Mobil Minibus
Sebelum rombongan bergerak menuju lokasi bencana, seluruh panitia dan warga yang hadir mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh Dekrianto (Adek) selaku LPM di Tarok. Beliau juga secara simbolis melepas keberangkatan rombongan pembawa donasi tersebut.
Kegiatan ini turut didukung penuh oleh tokoh masyarakat dan pengurus lingkungan, di antaranya:
LPM Tarok: Dekrianto (Adek)
RW 01 Tarok: Mairedi Hendra (Redi)
RT 02: Asbandi (As)
RT 04: Yanti Elita (Bunda Yanti)
“Alhamdulillah, berkat kebersamaan dan ketulusan masyarakat Tarok, bantuan dapat terkumpul dan hari ini kita siap menyalurkannya langsung ke warga yang terdampak. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat,” ujar perwakilan panitia.
Keberangkatan rombongan ini bukan sekadar pengiriman donasi, tetapi juga simbol persaudaraan, kepedulian, dan semangat gotong royong yang selalu hidup di tengah masyarakat Tarok/Kelurahan Tigo Koto Diate, Semoga bantuan ini menjadi penguat bagi saudara-saudara kita di Malalak dan Palembayan, serta menjadi bukti bahwa dalam setiap musibah, selalu ada tangan-tangan yang siap menghapus air mata.
(FajriHR).













