BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Banjir ! Andre Rosiade Sebut Pembalakan, Kapolda : Musibah

Kapolda Sumbar Irjen Polisi Fakhrizal (Ist)

Payakumbuhpos.com – – Menjelang akhir tahun, bencana silih berganti melanda Sumatra Barat (Sumbar). Hanya diguyuri hujan deras, setidaknya empat kabupaten terkena banjir bandang dan longsor, seperti di Agam, Pasaman, Payakumbuh, dan Solok Selatan. Ratusan jiwa, puluhan rumah, dan sejumlah fasilitas umum terdampak.

Terkait terjadinya galodo dan longsor itu, sebagian menyebut akibat adanya pembalakan liar di bagian hulu daerah itu. Salah satunya, banjir bandang dengan material lumbur dan batu yang terjadi di Jorong Galapuang, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam sekitar dua pekan lalu.

Terkait dugaaan itu, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal membantah adanya pembalakan liar tersebut. Menurutnya banjir serta longsor itu murni musibah, dan memastikan galodo yang terjadi akibat intensitas curah hujan yang tinggi, bukan karena adanya kerusakan hutan.

“Bencana kemarin itu, karena curah hujannya tinggi. Sampai saat ini belum ada indikasi pembalakan liar. Apalagi di daerah yang terdampak merupakan zona merah,” kata lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1986 itu, Jumat (29/11) kepada Gatra.com saat ditemui di Padang.

Sementara, anggota DPR RI, Andre Rosiade menduga banjir bandang dan longsor beberapa daerah di Sumbar, terutama di Agam itu akibat karena adanya pembalakan liar. Namun, ia berjanji akan memastikan dan mengecek informasi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar.

Politisi Partai Gerindra itu menegaskan, jika terbukti adanya pembalakan liar, persoalan tersebut harus segera diselesaikan Polda Sumbar. Namun, apabila Polda Sumbar tidak merespon, ia menyarankan untuk melaporkan ke Bareskrim Polri agar diusut tuntas.

“Akan saya cek ke BKSDA Sumbar. Apa datanya valid dan punya bukti. Kalau terbukti, Polda Sumbar mestinya harus menyelesaikannya,” kata Andre kepada awak media, Minggu (24/11) usai meninjau lokasi bencana di Agam.

Sebelumnya secara terpisah, Kepala BKSD Sumbar, Erly Sukrismanto juga menduga banjir bandang dan longsor di Agam terjadi karena pembalakan liar di Cagar Alam Maninjau. Pasalnya, sebelumnya banjir bandang dan longsor juga pernah terjadi Juli 2019 lalu, dan plang pengumuman di daerah itu dicabut. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *