BERITA UTAMA

SMSI Luak 50 Gelar Halal Bihalal, Syafri Ario: Mari Rapatkan Barisan

Teks foto: Pengurus SMSI Luak 50 Payakumbuh - Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Luak Limopuluah menggelar halal bihalal pasca...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Keluarga Besar Kabua Saiyo Antusias Sambut Dr. Zulmaeta

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh-- Keluarga besar Kabua Saiyo antusias sambut calon Walikota Payakumbuh Dr. Zulmaeta ketika manfaatkan momen idulfitri 1445 H GOR...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

YB Dt. Parmato Alam, Jambangi Bara Cafe Bandarawang

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh---Ketua DPRD kota Payakumbuh periode 2014-2019 Yendri Bodra Dt. Parmato Alam, jambangi Bara Cafe Bandarawang milik Fajri di kelurahan...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Warga Koto nan Gadang Payakumbuh Utara Berhalal Bihalal Bersama Perantau

Payakumbuhpos.id|Payakumbuh--- Halal bihalal biasanya diselenggarakan di rumah atau tempat yang besar, dengan tujuan untuk saling bersilaturahmi khususnya pada saat usai...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR WISATA

Polres dan Disparpora Limapuluh Kota Bangun Hospitality Kepariwisataan

Payakumbuhpos.id|Limapuluh Kota---Kapolres Limapuluh Kota AKBP Ricardo Condrat Yusuf, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran terus ciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di...

Banjir ! Andre Rosiade Sebut Pembalakan, Kapolda : Musibah

Kapolda Sumbar Irjen Polisi Fakhrizal (Ist)

Payakumbuhpos.com – – Menjelang akhir tahun, bencana silih berganti melanda Sumatra Barat (Sumbar). Hanya diguyuri hujan deras, setidaknya empat kabupaten terkena banjir bandang dan longsor, seperti di Agam, Pasaman, Payakumbuh, dan Solok Selatan. Ratusan jiwa, puluhan rumah, dan sejumlah fasilitas umum terdampak.

Terkait terjadinya galodo dan longsor itu, sebagian menyebut akibat adanya pembalakan liar di bagian hulu daerah itu. Salah satunya, banjir bandang dengan material lumbur dan batu yang terjadi di Jorong Galapuang, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam sekitar dua pekan lalu.

Terkait dugaaan itu, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal membantah adanya pembalakan liar tersebut. Menurutnya banjir serta longsor itu murni musibah, dan memastikan galodo yang terjadi akibat intensitas curah hujan yang tinggi, bukan karena adanya kerusakan hutan.

“Bencana kemarin itu, karena curah hujannya tinggi. Sampai saat ini belum ada indikasi pembalakan liar. Apalagi di daerah yang terdampak merupakan zona merah,” kata lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1986 itu, Jumat (29/11) kepada Gatra.com saat ditemui di Padang.

Sementara, anggota DPR RI, Andre Rosiade menduga banjir bandang dan longsor beberapa daerah di Sumbar, terutama di Agam itu akibat karena adanya pembalakan liar. Namun, ia berjanji akan memastikan dan mengecek informasi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar.

Politisi Partai Gerindra itu menegaskan, jika terbukti adanya pembalakan liar, persoalan tersebut harus segera diselesaikan Polda Sumbar. Namun, apabila Polda Sumbar tidak merespon, ia menyarankan untuk melaporkan ke Bareskrim Polri agar diusut tuntas.

“Akan saya cek ke BKSDA Sumbar. Apa datanya valid dan punya bukti. Kalau terbukti, Polda Sumbar mestinya harus menyelesaikannya,” kata Andre kepada awak media, Minggu (24/11) usai meninjau lokasi bencana di Agam.

Sebelumnya secara terpisah, Kepala BKSD Sumbar, Erly Sukrismanto juga menduga banjir bandang dan longsor di Agam terjadi karena pembalakan liar di Cagar Alam Maninjau. Pasalnya, sebelumnya banjir bandang dan longsor juga pernah terjadi Juli 2019 lalu, dan plang pengumuman di daerah itu dicabut. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *