BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Astagfirullah, Mustofa: Kayak Gak Ada Nama Lain Saja, Tokoh Sekuler Turki Ataturk Bakal Jadi Nama Jalan di Jakarta

Perayaan 19 Mei 2019 Memoriam of Mustafa Kemal Ataturk, Youth and Sports Festival Izmir Konak Turkey. Republic Square. (Getty Images/CasPhotography)

PAYAKUMBUHPOS.ID – Politikus Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya mengkritik rencana mengganti nama salah satu jalan di daerah Menteng dengan nama tokoh sekuler Turki, Mustafa Kemal Ataturk.

Menurut Mustofa, seharusnya dicari opsi nama lain untuk jalan di Ibu Kota.

“Kayak enggak ada nama lain saja. Astaghfirullah,” cuit Mustofa di akun Twitter pribadinya, Sabtu (16/10/2021).

Kritik Mustofa soal mengganti nama jalan di Jakarta dengan nama Ataturk disinyalir terkait perdebatan tentang keyakinan agama Ataturk yang terus terjadi hingga kini.

Beberapa sumber Turki mengklaim, dia adalah seorang Muslim yang taat. Namun, menurut sumber lain, Ataturk sendiri adalah seorang agnostik, yang dimaksudkan sebagai deis non-doktrin, atau bahkan sebagai seorang yang berpaham ateisme.

Dalam artian ini pula beberapa sumber menyimpulkan bahwa keyakinan Atatürk adalah anti-agama dan anti-Islam pada umumnya. Namun, hal tersebut masih menimbulkan perdebatan hingga kini.

Sebelumnya, Duta Besar Republik Indonesia di Ankara, Muhammad Iqbal mengatakan Indonesia berencana mengganti nama salah satu jalan di daerah Menteng dengan nama tokoh sekuler Turki, Mustafa kemal Ataturk.

Ia menyebut sudah meminta komitmen dari pemerintah DKI Jakarta untuk memberikan nama jalan dengan founding father-nya Turki di Jakarta.

Iqbal juga mengaku sudah memberikan data terkait karakter hingga panjang jalan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sejauh ini, Pemprov DKI dan KBRI Ankara masih menunggu kepastian nama yang akan digunakan sebagai jalan.

“Kita tahu bahwa nama pendiri bangsa Turki adalah Mustafa Kemal Ataturk. Ia pendiri bangsa Turki, Attaturk sendiri artinya bapak bangsa Turki,” kata Iqbal, dikutip dari CNN Indonesia.

Peresmian nama jalan itu kemungkinan dilakukan saat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berkunjung ke Indonesia pada awal 2020. Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada informasi lebih jauh terkait rencana tersebut. (*)

source: Era

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *