BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Astagfirullah, Mustofa: Kayak Gak Ada Nama Lain Saja, Tokoh Sekuler Turki Ataturk Bakal Jadi Nama Jalan di Jakarta

Perayaan 19 Mei 2019 Memoriam of Mustafa Kemal Ataturk, Youth and Sports Festival Izmir Konak Turkey. Republic Square. (Getty Images/CasPhotography)

PAYAKUMBUHPOS.ID – Politikus Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya mengkritik rencana mengganti nama salah satu jalan di daerah Menteng dengan nama tokoh sekuler Turki, Mustafa Kemal Ataturk.

Menurut Mustofa, seharusnya dicari opsi nama lain untuk jalan di Ibu Kota.

“Kayak enggak ada nama lain saja. Astaghfirullah,” cuit Mustofa di akun Twitter pribadinya, Sabtu (16/10/2021).

Kritik Mustofa soal mengganti nama jalan di Jakarta dengan nama Ataturk disinyalir terkait perdebatan tentang keyakinan agama Ataturk yang terus terjadi hingga kini.

Beberapa sumber Turki mengklaim, dia adalah seorang Muslim yang taat. Namun, menurut sumber lain, Ataturk sendiri adalah seorang agnostik, yang dimaksudkan sebagai deis non-doktrin, atau bahkan sebagai seorang yang berpaham ateisme.

Dalam artian ini pula beberapa sumber menyimpulkan bahwa keyakinan Atatürk adalah anti-agama dan anti-Islam pada umumnya. Namun, hal tersebut masih menimbulkan perdebatan hingga kini.

Sebelumnya, Duta Besar Republik Indonesia di Ankara, Muhammad Iqbal mengatakan Indonesia berencana mengganti nama salah satu jalan di daerah Menteng dengan nama tokoh sekuler Turki, Mustafa kemal Ataturk.

Ia menyebut sudah meminta komitmen dari pemerintah DKI Jakarta untuk memberikan nama jalan dengan founding father-nya Turki di Jakarta.

Iqbal juga mengaku sudah memberikan data terkait karakter hingga panjang jalan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sejauh ini, Pemprov DKI dan KBRI Ankara masih menunggu kepastian nama yang akan digunakan sebagai jalan.

“Kita tahu bahwa nama pendiri bangsa Turki adalah Mustafa Kemal Ataturk. Ia pendiri bangsa Turki, Attaturk sendiri artinya bapak bangsa Turki,” kata Iqbal, dikutip dari CNN Indonesia.

Peresmian nama jalan itu kemungkinan dilakukan saat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berkunjung ke Indonesia pada awal 2020. Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada informasi lebih jauh terkait rencana tersebut. (*)

source: Era

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *