BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Asli, Surat Minta Minta Uang yang Ditandatangani Gubernur Mahyeldi

Mahyeldi Ansharullah dan Harneli Bahar

PADANG – Surat yang menggunakan kop dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang ditandatangani oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi untuk meminta uang ke sejumlah pengusaha ternyata asli.

Pernyataan tegas itu disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy yang diwawancarai awak media di usai kegiatannya di Padang, Sabtu 21 Agustus 2021.

“Surat itu asli. Saat ini soal surat itu masih berproses di pihak kepolisian dan menanyakan sejumlah hal,” katanya.

Ketika ditanyakan apakah surat diterbitkan sudah sesuai aturan atau tidak, Wagub juga belum dapat memastikan.

“Soal itu masih berproses ya, masih ada pihak-pihak terkait dalam proses pemanggilan, surat itu benar (asli),” ujarnya.

Sebagaimana diketahui surat dengan tanda tangan Gubernur Sumbar digunakan oleh sejumlah oknum non pegawai untuk meminta uang ke sejumlah pihak. Uang itu disebutkan untuk penerbitan buku.

Sementara terkait keaslian tanda tangan Gubernur Mahyeldi di surat itu masih dalam proses penyelidikan. Dia meminta terkait kejelasan surat itu agar menunggu penjelasan dari kepolisian, karena pasti ada penjelasan lewat pers rilis. (We)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *