BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...
WISATA  

Anggota DPRD Karawang Dikeroyok Gara-Gara Meme Habib Rizieq dan Amin Rais

Amien Rais dan Rizieq Shihab (Ist)

JAKARTA – Anggota DPRD Kabupaten Karawang Hitler Nababan dari Fraksi Partai Demokrat babak belur dikeroyok. Hitler dituduh menghina Imam Front Pembela Islam Habib Muhammad Rizieq Shihab dan mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Amien Rais melalui sebuah meme.

Sebagaimana dilansir Antara, Selasa (22/1), Hitler yang merupakan kader Partai Demokrat mulanya mengirim meme ke dalam grup khusus aplikasi WhatsApp DPRD Karawang. Kiriman Hitler itu kemudian tersebar ke masyarakat umum, dan kemudian membuat marah kelompok Islam di Karawang.

Lantas kelompok masyarakat yang tergabung dalam berbagai elemen mendatangi gedung DPRD Karawang. Saat itu akan dilakukan dialog terkait permasalahan tersebut.

Tiba-tiba ada beberapa orang yang emosi setelah melihat keberadaan Hitler Nababan. Mereka merangsek sehingga terjadi aksi pengeroyokan sampai akhirnya Hitler mengalami luka-luka di bagian wajahnya.

Beberapa saat kemudian, Hitler Nababan diamankan ke sebuah ruangan di gedung DPRD Karawang, dikawal beberapa anggota Satpol PP setempat.

Situasi mulai kondusif saat aparat kepolisian setempat datang ke lokasi kejadian. Kini kasus pengeroyokan itu ditangani Polres Karawang.

Usai kejadian itu, sejumlah anggota DPRD Karawang dari Partai Demokrat menyayangkan aksi pengeroyokan tersebut.

Lihat juga: Polri Respons Video Rizieq Shihab soal Peran Sofyan Tsauri

“Padahal saat itu Hitler hadir untuk menyampaikan permohonan maaf,” kata Pendi Anwar, salah seorang kader partai Demokrat.

Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya mengakui kejadian pengeroyokan itu. Menurut dia polisi membawa empat pria diduga menghajar Hitler. Hanya saja polisi tetap mendahulukan proses mediasi para pihak yang berselisih.

“Saat ini empat orang kita amankan di Polres. Sedang kita periksa. Jika ditemukan adanya tindak pidana dan ada laporan dari pihak korban, baru akan tentukan proses hukum selanjutnya,” kata Slamet.

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean menyesalkan insiden itu. Dia menyatakan bakal mendampingi tetapi juga tidak membela Hitler lantara dianggap melanggar aturan.

“Kami menyesalkan peristiwa ini terjadi dan juga menyesalkan kader kami melakukan hal tersebut karena partai ini selalu sampaikan partai nasionalis-religius,” ujar Ferdinand.

Ferdinand mengatakan mediasi antara Hitler dengan pihak yang merasa tersinggung itu bakal dipimpin oleh Ketua DPC Demokrat Kabupaten Karawang yang juga Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana.

sumber- kabarpolisi.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *