BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Anak Surau Nan Sukses di Rantau, Joni Hendri : Semua Hanya Titipan Allah SWT

Joni Hendri

Payakumbuh – Murah senyum. Ramah. Santun. Dan mudah iba melihat orang menderita, itu sifat yang terbawa oleh Joni Hendri ketika merantau dari Payakumbuh ke Ibukota Jakarta.

Kepribadian sukses Joni Hendri ternyata berakar dari pendidikan karakter yang didapatkannya waktu kecil. Joni mengenang bagaimana dirinya menjalani masa-masa SD dan SMP di Payakumbuh.

“Lalok di masajik/surau itu adalah hakikatnya anak laki-laki minang, apalagi saat bulan puasa Ramadhan. Masa kanak-kanak di kampung halaman yang sangat menyenangkan,” tuturnya kepada Ben Pitopang dari media Payakumbuhpos.id

Jon, begitu dia dipanggil benar-benar menerapkan pilisofi merantau urang Minangkabau.

Karatau madang di hulu, Babuah babungo balun. Marantau bujang dahulu, Dirumah paguno balun. Kalimat kiasan di atas agaknya menjadi inspirasi bagi seorang putra Koto Nan Godang, Kota Payakumbuh, Joni Hendri, dalam menjalani kehidupannya. Joni muda merantau dan berusaha hingga kini berhasil membangun kerajaan bisnis di bidang kesehatan.

Kesuksesan tentu tak diraih dalam semalam. Berbekal kerja keras dan kesungguhan, Joni menapaki sajadah panjang pencarian rezeki dan ilmu. Tak hanya tanah Jawa, Eropa pun diarunginya. Badai yang menerpa, tak membuatnya patah arang. Sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang.

Pendidikan surau itu pula yang membekas dalam dirinya sehingga ketika sudah mapan, dia tak lupa pesan Rasulullah SAW. “Tidaklah (dianjurkan) untuk bepergian kecuali (untuk mengunjungi) tiga masjid, Masjid al-Haram, Masjid al-Aqsha, dan masjid Nabawi,” sabda Nabi Muhammad SAW. Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sudah dikunjunginya ketika menjalankan ibadah umrah se-keluarga.

Bahkan Masjidil Aqsha pun sempat Joni ziarahi bersama putra tercinta pada awal 2017. “Jadi ingat saat mau masuk ke negara ini, ketakutan saja rasanya, nggak boleh kelihatan bisa berbahasa Inggris, pasport jangan sampai di stempel agar tidak menyulitkan kita ke negara lain nantinya. Sampai di Palestin tiap sudut semua tentara bersenjata lengkap sampai pintu gerbang mesjid Aqsha sedangkan di balik pintu tentara Palestine hanya sibuk berzikir dengan tasbihnya,” kenang Joni.

Berkecimpung dalam dunia korporasi, tak membuat Joni lupa dengan tanggung jawab sosial. Di lingkungan lokasi usahanya, dia membangun TK dan TPQ untuk warga yang kurang mampu dengan bayaran sangat murah bahkan gratis. “TK dan TPQ tersebut awalnya disubsidi dan alhamdulillah sekarang sudah mandiri,” katanya.

Sebagai pengabdian terhadap kampung halaman, Joni mewakafkan diri untuk memimpin Ikatan Keluarga Koto Nan Godang (IKK) se-Jabodetabek. “IKK adalah paguyuban non profit yang mengayomi masyarakat Koto Nan Godang di perantauan dan kampuang halaman. IKK dibangun oleh sesepuh/orang tua-tua kami sejak 1977,” jelasnya.

Melalui program-program IKK, Joni pun berkontribusi untuk warga Koto Nan Godang baik di perantauan maupun di kampung halaman. Saat Covid-19 mulai melanda awal tahun lalu, Joni berinisiatif untuk mengelar kegiatan IKK Peduli.

Kegiatan tersebut membantu meringankan beban para perantau Koto Nan Gadang yang kena dampak langsung dari pandemi terutama yang berkerja di sektor informal seperti pedagang, penjahit dan penggiat usaha lainnya. IKK pun menyalurkan paket-paket sembako yang nilainya lebih kurang Rp 250 ribu per paket sebagai sitawa sidingin bagi dunsanak yang dalam kesusahan.

Selain aktif di IKK, Joni juga peduli terhadap kondisi perpolitikan Kota Payakumbuh. Saat Pilkada Payakumbuh 2017, Joni mendirikan Relawan Payakumbuh Menang (RPM) untuk memenangkan Riza Falepi Datuak Rajo Ka Ampek Suku yang notabene seorang niniak mamak Koto Nan Godang.

Sebagai ketua RPM, Joni sukses mengonsolidasi kekuatan anak muda Payakumbuh sehingga mampu mengantarkan pasangan Riza-Erwin menjadi pemenang di Pilkada Payakumbuh 2017.

Kemudian, dia juga sukses mengantarkan adiknya sendiri, Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam sebagai Anggota DPRD Payakumbuh 2019-2024. Terakhir, Joni turut berkontribusi mendukung Buya Mahyeldi sebagai Calon Gubernur Sumbar.

Walikota

Bicara Walikota Payakumbuh Joni mengaku tidak tertarik.

“Banyak kawan yang mengajak ikut Pilwako Payakumbuh 2024. Tapi belum saya iyakan, ” katanya.

Karena bagi Joni pemimpin itu pelayan masyarakat, pemimpin itu mengayomi. “Kiyai Agus Salim pemimpin itu rela menderita. Tiga hal ini harus benar menjadi pedoman hidup Ambo, ” ujar pengusaha sukses di bidang alkes ini

Jika hatinya sudah siap jadi pelayan masyarakat, jadi pengayom masyarakat dan rela menderita baru Joni memikirkan Pilwako Payakumbuh yang masih dua tahun lagi.

Yang terpenting lagi kata Anak Surau ini masyarakat Payakumbuh memang menghendaki Jon Hendri jadi pelayan mereka. “Dan jangan lupakan survei. Kalau popularitas, elektabilitas rendah saya tidak akan maju, ” tegasnya.

Kiprah Joni Hendri ke depan patut untuk ditunggu. Masyarakat Payakumbuh khususnya Koto Nan Godang, patut berbangga punya anak nagari yang tak hanya sukses di rantau, namun juga peduli kepada kampung halaman.

“Joni Hendri itu punya kemampuan. Harus kita beri kesempatan,” kata seorang Datuak yang tinggal di Muaro Koto Nan Gadang.

Tentang harta yang dimilikinya Hendri berucap : Semua ini titipan Allah. Ketika kita dipanggil Allah yang kita bawa bukan harta tapi amal ibadah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang Sholeh.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *