BERITA UTAMA

Wulan Denura : Anggota Paskibraka Pondasi dalam Mencapai Cita-cita Kedepan

Teks foto: Wakil ketua DPRD kota Payakumbuh, Wulan Denura, S.ST.     Payakumbuhpos.id|Payakumbuh--- Tiap tahun, tepatnya pada tanggal 17 Agustus,...
BERITA UTAMA

Luar Biasa, Winda Lorita Bawa Buah Tangan Untuk Membakar Semangat Tim Kota Biru Payakumbuh di LSI

Teks foto; Mangagetkan---Semangat Tim Kota Biru Payakumbuh dibakar Winda Lorita di stadion Danu Setiawan, Kamis 27 Juni 2024.    ...
BERITA UTAMA

Dengan Semangat Menyala, Kota Biru Payakumbuh di LSI Tingkat Nasional Diyakini Lolos ke Babak Berikutnya

Teks foto: Salah seorang pemain Kota Biru Payakumbuh Habibi mencoba mengiring bola ke gawang tim Ocehan Stars Banten, namun gagal...
BERITA UTAMA

SSB Kota Biru Payakumbuh Peroleh Sertifikat Pertama di LSI Tingkat Nasional

  Teks foto: Kiper Kota Biru Rafif terima sertifikat pertama di serahkan Indriyanyo Nugroho, penyerahan sertifikat pertama untuk SSB Kota...
BERITA UTAMA

Pengurus Pusat Serikat Pekerja Kerah Biru Hadiri Sosialisasi Empat Pilar di Gedung Nusantara IV

Jakarta,- Pengurus Pusat Federasi Serikat Pekerja Kerah Biru-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia menghadiri undangan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) pada acara...

Akibat Pasar Lubuk Alung Terbakar, Hanguskan 142 Kios, Kerugian Rp 2 Miliaran

Payakumbuh Pos – Musibah kebakaran yang terjadi di Pasar Lubuk Alung, Kamis (11/7) sekitar pukul 22.00 WIB telah memusnahkan sebanyak 142 petak kios dengan kerugian sekitar Rp2 miliar lebih.

Kapolsek Lubuk Alung AKP edi Karan Prianto menjelaskan ke 142 kios yang terbakar terdiri daei Los A 24 petak, Los L 30 petak, kios penampungan 84 petak, dan Los baru 4 petak.

“Total kios yang terbakar terdiri dari 40 petak tak berisi alias kosong dan sekitar 102 petak yang berisi dagangan,” ujar Edi Karan melalui pesan WA, Jumat siang.

Tetapi, lanjutnya, musibah kebakaran Pasar Lubuk Alung tidak ada korban jiwa.

Sementara sumber kabarpolisi media group dari Lubuk Alung menyebutkan kerugian pedagang sangat bervariasi tergantung besar kecilnya kedai. Tetapi kata sumber itu, ada pedagang yang mengalami kerugian sampai Rp100 juta.

Menurut sumber itu, kios yang terbakar pada umumnya menjual Sepatu, baju, salon, makanan, PND, sapu, peralatan tajam dan tukang jahit.

Pasar Lubuk Alung, pasar terbesar di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, Kamis (11/7) sekitar pukul 22.00 WIB terbakar. Namun api tidak sampai melahap seluruh bangunan pasar.

Kabar yang diterima Kabarpolisi.com dari salah seorang warga Lubuk Alung Ferianto via telepon, api menyala sangat cepat menghanguskan sisi utara pasar jika kita datang dari arah Padang.

Namun Feri tidak bisa memberikan komentar darimana sumber api yang membakar pasar tertua di Lubuk Alung itu. “Saya tidak tau darimana sumber api. Tapi yang saya lihat api sudah menyala dengan kencangnya,” kata Feri.

Sampai berita ini dimuat sudah hampir sepertiga bangunan yang ada dalam pasar sudah lenyap di makan api. Lokasi bangunan yang terbakar adalah mulai dari los besi sampai ke arah stasiun kereta api.

Salah satu pertanda yang bisa dipakai untuk mengenali wilayah yang terkena kebakaran kebakaran adalah deretan kios sebelah kiri dari depan stasiun kereta api sampai kedai bagonjong sampai dereta kedai Dedi Purnama. Semua kedai ini musnah dilalap si jago merah.

Api sempat tertahan dan tidak meluas sampai arah ke kanan stasiun karena dibatasi oleh los basi (besi) sehingga api tidak bisa berpindah ke kedai sebelah kanan.

Kapolsek Lubuk Alung AKP Edi Karan Prianto ketika dihubungi membenarkan bahwa musibah kebakaran telah menimpa pasar Lubuk Alung. Namun dia belum bisa memberikan komentar tentang peristiwa kebakaran tersebut.

Namun Edi Karan menyatakan upaya pemadaman api sampai berita ini ditulis masih berlangsung. Saat Edi Karan memberikan informasi via telepon seluler menjelaskan bantuan pemadaman baru datang dari Pariaman dan Padang Panjang. Sementara dari Padang belum tiba.

Edi Karan belum bisa memberikan identifikasi tentang peristiwa kebakaran itu baik dari sumber api, jumlah kios yang terbakar dan penyebab lainnya.

“Saya sampai saat ini masih di lokasi kebakaran. Saya tidak bisa memberikan asumsi tentang musibah kebakaran ini. Barangkali dalam waktu satu jam ke depan mungkin kita sudah bisa membuat identifikaso atas kebakaran ini,” katanya.

Menurut Edi Karan situasi di lokasi kebakaran sudah dalam kondisi pendinginan (awe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *