BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Wagub Nasrul Abit, Prihatin Kesehatan Wartawan Doni

Wagub Nasrul Abit berkunjung ke rumah wartawan Covesi.com Doni. Humas

PADANG – Atas nama pemerintah provinsi Sumatera Barat kita prihatin dengan apa yang alami Saudara Doni sosok wartawan peliput yang gigih dan berdedikasi dari media portal berita Covesi.com yang saat ini mengalami sakit dimana tangan dan kakinya tidak bisa difungsikan.

Hal ini diungkap Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit disel-sela kunjungannya kerumah Doni, melihat secara langsung bersama Kepala Dinas Kesehatan Sumbar drs. Hj. Merry Yuliesdai, MARS dan tiga orang dokter ahli saraf, di Padang, Selasa siang (14/5/2019).

Lebih lanjut Wagub Nasrul Abit menyampaikan, dibalik kerja keras peliputan dalam pemilu. Dony wartawan Sumbar, sepulang monitoring pemilu dengan bawaslu Sumbar di Dhamasraya, tiba tiba kaki dan tangannya tak ada tenaga untuk di fungsikan.

Kasihan sekali saat ini Doni hanya bisa duduk atau tidur. Ada istrinya yang sehari hari ibu rumah tangga dan dua anak yang masih sangat kecil.

Sudah sempat di rawat di BMC dan menjalani sejumlah tes tapi semua normal.MRI di SPH menunggu antrian panjang dan masih tak menemukan penyakitkan, ujar Nasrul Abit.

Nasrul Abit juga menambahkan, hari ini kami datang ke rumah saudara Doni di By Pass bersama kepala dinas kesehatan dan dokter ahli saraf Sumbar untuk memastikan jenis penyakitnya.

Ada dua kemungkinan penyakit yang dialami dony. Untuk mengobati dony, pilihan sangat sulit. Satu alat di M Djamil tak di cover BPJS dengan biaya fantastis. Satu alat lainnya, sedang rusak. Sementara ada saran berobat dengan rujukan ke RSCM Jakarta.

Tentu berobat ke RSCM bukan hal sederhana. Satu satu nya yang bisa dilakukan dalam waktu dekat adalah pshisio teraphy (semoga benar tulisannya) di RS M Djamil besok pagi, ungkap Wagub Sumbar ini.

dr.Dedi Sutia,Sp.s (spesialis syaraf) yang dialami saudaro Doni, hasil pengamatan penyakit Guillain-Barre syndrome (GBS) terbilang langka. Merupakan kandungan protein dalam tubuh yang menyerang jaringan saraf kaki dan tangan hingga tak bisa digerakan.

Guillain-Barre syndrome (GBS) adalah sebuah gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyerang saraf. Lemah dan kesemutan pada kaki, biasanya menjadi gejala yang paling awal. Dalam bentuk yang paling parah, sindrom ini adalah darurat medis yang membutuhkan perawatan secara inap, ujarnya.

Zulia Yandani seorang wartawan Sumbar yang ikut hadir dalam kunjungan bersama itu, juga telah membuat Video kunjungan Wagub Nasrul Abit sebagai mewakili mata kawan kawan yang tak sempat datang langsung ke rumah dony.

Ia berharap hal ini dapat menggugah teman teman untuk empati memberikan dukungan untuk kesembuhan Doni secepatnya.

Karena mungkin hari ini doni yang sakit, bisa saja besok kita yang mengalaminya. Mari kita bangun kepedulian atas nama pertemanan yang saat inu sedang di uji susah dan sakit, ajak Zulia. (jen/zs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *