BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Harga Naik, Padang dan Bukittinggi Alami Inflasi

Kepala BPS Sumatera Barat Dr. Sukardi sedang ekspos. Jen

PADANG – Naiknya harga sejumlah bahan makanan di Kota Padang dan Bukittinggi, menyebabkan terjadinya inflasi di dua kota di Sumatera Barat ini.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat Dr. Sukardi dalam ekspos di Padang, Kamis, menyebutkan, inflasi di Padang dan Bukittinggi, karena terjadi kenaikan sebagian besar kelompok pengeluaran. Sehingga, Padang dan Bukittinggi mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,57 persen dan 0,26 persen.

Bahan makanan yang mengalami kenaikan, yakni Bawang Merah, Bawang Putih cabai merah, daging ayam, daging sapi dan tomat sayur.

Namun demikian, kata Sukardi, ada komunitas yang mengalami penurunan harga. Di Padang diantaranya, emas perhiasan, beras, rawit, kelapa. Sedangkan di Bukittinggi, beras, telur ayam ras, ayam nuggets, sawi hijau, dan beberapa komuditi lainnya.

Kunjungan Wisman Naik

Sementara kunjungi wisatawan mancanegara ke Sumatera Barat via BIM, naik selama bulan Maret sebesar 20,66 persen. Yakni sebanyak 6.220 orang. Dan di bulan Februari hanya sebanyak 5.155 orang.

“Naiknya kunjungan, juga berdampak pada naiknya hunian hotel, sebesar 57,54 persen, ” sebut Sukardi. (jen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *