Wali Nagari Idris Pacu Pincuran Gadang Jadi Kelompok Peternak Mandiri.
LIMA PULUH KOTA — Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota terus mendorong kelompok-kelompok peternak untuk mengembangkan usaha secara lebih terarah, produktif, dan memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan. Salah satunya dilakukan melalui pembinaan terhadap Kelompok Pincuran Gadang di Jorong Tampung Kodok, Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota, drh. Devi Kusmira, bersama Wali Nagari Balai Panjang, Idris, mengunjungi kelompok tersebut, Senin (24/8/2026). Dalam kunjungan itu, keduanya berdiskusi langsung dengan anggota kelompok mengenai perkembangan usaha peternakan, terutama terkait penyediaan dan pemanfaatan pakan kambing yang berkualitas.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas kelompok peternak agar tidak hanya menjalankan aktivitas pemeliharaan ternak secara tradisional, tetapi mampu membangun usaha yang dikelola secara profesional dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan anggota.
Dalam arahannya, drh. Devi Kusmira menilai Kelompok Pincuran Gadang memiliki peluang untuk terus berkembang. Keberadaan kelompok yang tetap aktif hingga saat ini menjadi modal penting yang perlu diikuti dengan peningkatan pengetahuan, penguatan manajemen, serta perubahan pola pikir dalam menjalankan usaha peternakan.
Menurutnya, peternakan harus dipandang sebagai sektor usaha yang memiliki prospek ekonomi, bukan sekadar kegiatan sampingan.
“Kelompok peternak harus mulai naik kelas. Jangan hanya berpikir bagaimana ternak tetap dipelihara, tetapi bagaimana usaha ini bisa berkembang, produktif, memiliki perencanaan yang baik, dan pada akhirnya memberikan keuntungan bagi anggota,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kualitas pakan ternak. Pakan memiliki peranan besar terhadap pertumbuhan dan produktivitas kambing, sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara efektif dan efisien.
Dengan ketersediaan pakan yang baik, kata Devi, peternak dapat menjaga kondisi ternak sekaligus mengendalikan biaya produksi. Karena itu, kelompok didorong untuk memahami pola pengadaan dan pemanfaatan pakan secara optimal sesuai kebutuhan ternak.
Selain persoalan teknis peternakan, penguatan kelembagaan kelompok juga menjadi perhatian. Kelompok diharapkan memiliki perencanaan usaha yang jelas, pembagian peran yang baik, serta kemampuan untuk melihat peluang pasar sehingga usaha peternakan dapat berkembang secara mandiri.
Sementara itu, Wali Nagari Balai Panjang, Idris, menyambut baik perhatian dan pembinaan yang diberikan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota kepada kelompok peternak di wilayahnya.
Ia menilai keberadaan Kelompok Pincuran Gadang merupakan salah satu potensi masyarakat yang perlu terus dipelihara dan dikembangkan. Terlebih, Nagari Balai Panjang telah memiliki predikat sebagai nagari pemenang, sehingga seluruh potensi yang ada di tengah masyarakat harus terus menunjukkan perkembangan nyata.
“Predikat yang telah diraih tentu harus menjadi motivasi bagi kita semua. Jangan sampai hanya menjadi kebanggaan semata, tetapi harus dibuktikan dengan semakin tumbuh dan berkembangnya potensi masyarakat,” kata Idris.
Menurutnya, sektor peternakan memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat apabila dikelola dengan sungguh-sungguh. Karena itu, sinergi antara pemerintah nagari, pemerintah daerah, dan kelompok masyarakat menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan usaha tersebut.
Idris berharap Kelompok Pincuran Gadang dapat terus mempertahankan semangat kebersamaan dan meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha. Pemerintah nagari, lanjutnya, juga akan terus membuka ruang koordinasi dan mendukung program-program yang dapat memperkuat potensi ekonomi masyarakat.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Kelompok Pincuran Gadang diharapkan mampu berkembang dari kelompok peternak yang selama ini berfokus pada pemeliharaan ternak menjadi unit usaha yang lebih mandiri dan memiliki daya saing.
Penguatan kualitas pakan, peningkatan kemampuan anggota, serta penerapan manajemen usaha yang lebih baik diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap produktivitas dan pendapatan peternak.
Kolaborasi antara Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota dengan Pemerintah Nagari Balai Panjang pun diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat di nagari.
Dengan pengelolaan yang tepat dan komitmen bersama, potensi peternakan yang dimiliki masyarakat tidak hanya dapat dipertahankan, tetapi juga terus dikembangkan menjadi usaha yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga.
(FajriHR).













