BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....

Pemko Payakumbuh Terus Bergerak Entaskan Stunting

Payakumbuh – Terus bergerak entaskan stunting di daerahnya, Pj. Wali Kota Payakumbuh rapat bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Aula Randang Balai Kota Payakumbuh, Selasa (15/11).

Pj. Wako Rida Ananda meminta keseriusan untuk menyatukan persepsi dalam penanganan stunting. Sebab, dalam hal ini sangat dibutuhkan komitmen yang kuat, kerja keras, tekad yang bulat dari pemerintah, swasta dan seluruh elemen masyarakat.

“Jadi TPPS harus terus memantau perkembangan anak-anak yang berpotensi stunting ini. Kalau bisa setiap minggu itu ada laporanya. Kita bisa lihat bagaimana perkembangannya,” kata Pj. Wako Rida Ananda.

Rida berharap, pengentasan stunting ini bisa segera terselesaikan. Semua pihak harus berkolaborasi dan bekerja dengan serius. Jangan lupa data dan pantau terus.

“Saya mohon, jumlah kasus kita kan sedikit, jadi tolonglah bekerja dengan sungguh-sungguh, data masyarakat kita ini dengan benar, buatkan laporan perminggunya, bagaimana progresnya, itu yang saya ingin tahu. Apakah usaha kita itu membuahkan hasil atau tidak,” jelasnya.

“Saya berharap semua stakeholder yang ada bisa mengeroyok dari segala lini untuk pencegahan stunting ini, jangan sampai menjadi bencana kemanusiaan nantinya,” tukuknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Wawan Sofianto menyebut, berdasarkan data, dari 47 kelurahan dan 5 kecamatan di Kota Payakumbuh ada 497 balita stunting di Payakumbuh.

“Untuk balita dengan status gizi pendek ada 397 anak dan dengan status gizi sangat pendek itu ada 100 orang,” terangnya.

“Berdasarkan arahan Pak Wali tadi, ini harus menjadi perhatian kita bersama,” pungkasnya. (Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *