BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....

Dt. Parmato Alam 2 Nagari Dapat Dana Hibah 2023, 8 Lagi Nyusul Di 2024

Payakumbuh — Ketua Komisi B DPRD Kota Payakumbuh Yendri Bodra Dt. Parmato Alam menyampaikan pada tahun 2023 nanti sudah ada 2 nagari yang akan mendapatkan dana hibah dari Pemerintah Kota Payakumbuh yakni Nagari Koto Nan Godang di Kecamatan Payakumbuh Utara dan Nagari Koto Panjang di Kecamatan Lamposi Tigo Nagori.

“Ya, dua nagari itu nantinya mendapatkan dana hibah sebesar 100 juta,” kata Politikus Golkar itu kepada media, Jumat (22/7).

Dt. Parmato Alam yang juga merupakan Ketua LKAAM Kota Payakumbuh menyebut di Kota Payakumbuh ada 10 nagari, maka untuk azas pemerataan, pihaknya bersama anggota komisi B mendorong agar pada tahun 2024, 8 nagari lainnya di Kota Randang mendapatkan dana hibah juga.

“Ini juga merupakan aspirasi dari niniak mamak dan bundo kanduang, agar ada kegiatan pembinaan kepada generasi muda di KAN yang didukung oleh Pemda,” tukuknya.

Hal senada juga disampaikan oleh Anggota Komisi B Edward DF, Politikus PPP itu menyampaikan 8 nagari yang belum mendpaat dana hibah pada 2023 karena adanya syarat administrasi yang belum terpenuhi.

“Makanya 2024 kita di Komisi B mengharapkan semuanya bisa diakomodir,” tukuknya kepada media.

Informasi lain yang diperoleh media dari Ketua Komisi B, adalah terkait anggaran Sentra IKM Randang, komisi B meminta dirasionalkan karena PAD dari Sentra IKM Randang Rp. 0, sementara hampir setengah miliar APBD yang dialokasikan kesana, terjadi pemborosan anggaran.

“Padahal sudah berbentuk UPTD, jadi komisi B menilai ada pemborosan APBD disana. Meski Sentra IKM Randang membantu pelaku usaha Randang Kota Payakumbuh, kita harus rasional, kalau mereka tentu sudah dapat untung dari market produknya, bentuk kontribusi dari adanya Sentra IKM tentunya harus ada PAD kepada daerah,” pungkas Dt. Parmato Alam. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *