BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

35 Tahun Menunggu, Balap Sepeda Sumbar Pecah Telur di PON XXI.

Payakumbuhpos—Setelah penantian panjang selama 35 tahun, cabang olahraga (Cabor) balap sepeda Sumatera Barat (Sumbar) akhirnya kembali meraih medali di PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Terakhir kali balap sepeda Sumbar meraih medali pada PON XIII 1989, saat tim yang dipimpin oleh Nurhayati berhasil membawa pulang dua emas dan satu perak.

Kini, sejarah kembali terukir melalui Ade Meisa, pembalap Sumbar yang sukses meraih medali perunggu di nomor Individual Road Race Putra B.

Lomba ini berlangsung di Jalan Raya Tebing Tinggi, Parapat, Sumatera Utara, dengan jarak tempuh 70 kilometer.

Ade Meisa mencatatkan waktu 2 jam 01 menit 17,105 detik, cukup untuk mengamankan posisi ketiga.

Medali emas pada nomor ini diraih oleh Muhammad Reza Maulana, rider tuan rumah Sumatera Utara, dengan catatan waktu 2 jam 01 menit 15,968 detik.

Sementara medali perak diraih oleh Julian Abimanyu dari Banten dengan waktu 2 jam 01 menit 17,105 detik, nyaris bersamaan dengan Ade Meisa.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Sumbar, Erick Hariyona, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini.

“Alhamdulillah, pencapaian medali oleh Ade Meisa ini adalah yang pertama setelah 35 tahun di PON,” ujar Erick saat dihubungi via WhatsApp, Minggu (15/9).

Dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Prabowo, yang juga Ketua ISSI turut bangga.

(FajriHR).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *