BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

300 Perantau Sumbar Tetap Memilih Tinggal di Wamena

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, ketika berkunjung memastikan keadaan perantau Sumbar di Wamena pasca-kericuhan yang terjadi di daerah itu (Foto: Humas Pemprov Sumbar)

Payakumbuhpos.com – Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Nasrul Abit, menyebut hingga saat ini ada sekitar 300 perantau Sumbar menyatakan akan tetap bertahan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, pasca-kericuhan di daerah itu.

Menurut Nasrul, awalnya ada 500 orang yang menyatakan ingin tetap tinggal di Wamena. Namun, kemudian sebanyak 200 orang di antaranya memastikan mengungsi ke Jayapura, selebihnya (300 orang) tetap tinggal di Wamena.

Sementara itu, sebanyak 400 orang sudah berada di Kota Jayapura. “Jadi, total keseluruhan perantau Minang (Sumbar) yang ada di pengungsian Kota Jayapura sebanyak 600 orang. Pemprov Sumbar akan segera mengirim tim untuk pendampingan para pengungsi serta juga akan mengirim tim psikolog,” ujar Nasrul kepada awak media di ruang rapat Wakil Gubernur Sumbar, Rabu (2/10) seperti dikutip Langkan.id, Padang

Nasrul mengatakan akan ada pesawat Hercules yang membawa perantau Sumbar dari Jayapura ke Jakarta sekitar 200 orang pada Kamis (3/10). Setelah sampai di Jakarta, perjalanan akan dilanjutkan ke Padang.

“Jadwal pesawat ke Padang, besok (Kamis, 3 Oktober 2019) pukul 17.00 WIB,” kata Nasrul.

Selain itu, lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Barat juga akan memulangkan sebanyak 97 perantau Sumbar yang ada di Papua, terutama anak-anak, perempuan, lansia, dan korban luka-luka.

“Jadi, yang akan sampai di kampung halaman besok itu sebanyak 297 orang,” ucap Nasrul.

Lebih lanjut, selain membiayai kepulangan, Pemprov Sumbar juga akan mempertimbangkan pemberian santunan kepada perantau Sumbar korban kerusuhan Wamena. Baik itu yang bertahan di Wamena atau pulang ke kampung halaman.

“Kalau nanti ada uang sisa (hasil donasi), akan kita pertimbangkan untuk memberikan santunan. Ini juga hasil pembicaraan dengan tokoh-tokoh Minang saat pertemuan di Jakarta. Saya yakin itu bisa, penggalangan dana juga masih berjalan,” kata Nasrul.

Nasrul berharap, semua pihak turut membantu perantau Sumbar yang ada di Papua, jangan sampai mempersulit, baik itu pengurusan administrasi, surat-surat, dan lain sebagainya.

“Jangan tanya KTP-nya, barang-barang mereka sudah terbakar semua, jadi naikin aja, yang penting mereka aman dan tidak membawa senjata, harapan saya itu,” ujar Nasrul. (Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *