BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

213 Warga Bertahan di Wamena, Pemprov Sumbar Siapkan Bantuan

Payakumbuhpos.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyiapkan bantuan permodalan untuk 213 orang warga asal Sumbar yang memilih bertahan di Wamena, Papua. Bantuan tersebut berasal dari sumbangan yang dihimpun Pemprov Sumbar melalui rekening Sumbar Peduli Sesama.

“Ada 213 warga asal Sumbar yang memilih bertahan dan melanjutkan kehidupannya di Wamena pasca kerusuhan 23 September lalu,” ujar Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, yang dihubungi Kompas.com, Jumat (11/10/2019).

Nasrul menyebutkan, mereka akan dibantu permodalannya dari sumbangan di rekening Sumbar Peduli Sesama yang masih bersisa Rp 2,8 miliar lebih.

Pemprov Sumbar sendiri masih membuka donasi bantuan untuk korban kerusuhan di Wamena hingga 18 Oktober mendatang.

“Untuk tiket pemulangan pengungsi asal Sumbar, transportasi hingga santunan mereka sudah kami serahkan dengan total sekitar Rp 2 miliar lebih. Sisanya kami anggarkan untuk warga asal Sumbar yang bertahan di Wamena,” kata dia.

Warga asal Sumbar di Wamena, menurut Nasrul, mayoritas adalah berdagang sehingga bantuan modal merupakan bantuan yang tepat bagi mereka.

Hanya saja, bagaimana mekanisme dan besarannya, pihaknya masih menunggu hasil akhir saldo rekening Sumbar Peduli Sesama yang ditutup pada 18 Oktober nanti.

Baca juga: Pengungsi Wamena di Sukabumi Akan Diberikan Pelatihan Keterampilan

“Teknis dan mekanismenya sedang kami susun sambil menunggu penutupan rekening,” ujar dia.

Nasrul menyebutkan, saat ini, posko pengungsian di Jayapura dan Wamena sudah ditutup.

Tercatat ada 601 warga asal Sumbar yang pulang ke kampung halaman.

Sementara, mereka yang bertahan berjumlah 213 orang dan saat ini sudah mulai beraktivitas kembali karena kondisi keamanan di Wamena sudah mulai kondusif. (Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *