BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

16 Rumah Rusak Akibat Tanah Retak di Sawahlunto

Kondisi tanah retak dan rengkah di Sawahlunto.

Sawahlunto, payakumbuhpos.com – Hujan Deras sejak tiga hari yang lalu mengakibatkan tanah retak dan rengkah di Dusun Karanganyar, Desa Santur, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto.

Peristiwa tanah merengkah di Perumnas Lembah Santur tersebut, berdampak terhadap 16 rumah. Diperkirakan total kerugian materil sebesar Rp2,1 milyar.

Dari pantauan, 16 dinding rumah yang terdampak retak dari bawah hingga batas atap, dengan berbagai ukuran. Dibagian lantai rengkahan tanah juga terlihat. Sebuah rumah milik Ahmad Fauzi (50), terpaksa dirobohkan oleh Dinas Sosial Kota Sawahlunto bersama BPBD Kota Sawahlunto dibantu warga sekitar. Kemudian jalan menuju rumah warga, yang sudah betonisasi juga amblas sepanjang 30 meter.

Ahmad Fauzi mengaku, retakan tanah tersebut terjadi sejak hujan deras yang terjadi dari malam hingga pagi hari pada Senin lalu. Pada hari itu, retakan tanah sudah terlihat pada jalan didepan rumah, namun pada Selasa malam tanah retak berdampak pada dinding rumahnya.

“Malam tadi kami tidak tidur di rumah, saya bersama keluarga menginap di posko dasa wisma, khawatir dengan retakan dinding yang sewaktu-waktu bisa roboh,” katanya, saat merobohkan bangunan rumahnya, Rabu 31 Oktober 2018.

Warga lainnya, Yulia (33) juga merasakan hal yang sama, meski tak separah rumah Ahmad Fauzi, dinding rumahnya juga retak dan dibagian dapur sudah kelihatan retaknya sekitar tiga centimeter.

“Tetangga sudah ada yang pindah, ada juga yang menginap di rumah saudaranya,” ungkapnya Yulia.

Kepala Dusun Karanganyar, Oktaviandry mengatakan dari 16 rumah terdapat 9 KK, 4 unit diantaranya tidak dihuni dengan jumlah semuanya 35 jiwa.

“Diperkirakan kerugian materil sekitar Rp2,1 milyar itu baru dihitung dari harga rumah satu unit Rp130 juta. Belum termasuk isinya,” jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Sawahlunto, Dedi Syahendry mengatakan, retakan tanah disebabkan oleh tidak bagusnya drainase sehingga air tergenang di dalam tanah sehingga mengakibatkan keretakan.

“Dari kami sudah diturunkan tim Tagana, dua rumah dilakukan pembongkaran dan satu lagi diputus slotnya karena kami dari Dinas Sosial mengutamakan keselamatan jiwa. Tindakan selanjutnya, mendirikan posko di posisi yang aman dan bantuan logistik. Di posko dasa wisma tempat pak Fauzi saya lihat juga tidak aman dari retakan,” katanya di lokasi kejadian. siu/rilis/jen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *