Walau Dimakamkan Dengan Protap Covid-19, Warga Payakumbuh Ini Negatif Corona
Payakumbuhpos.com – Seorang warga payakumbuh yang berinisial E umur 56 tahun yang meninggal pada, Sabtu pagi (04/04/2020). Membuat warga dan media masa heboh terkait pemakamannya yang dilakukan dengan protap Covid19. Setelah dilakukan uji laboratorium ternyata Negatif Covid-19
Hal ini disampaikan langsung pada jumpa pers di Balai Kota oleh Kepala Dinas Kesehatan dr. Bakhrizal bersama Asisten III Amriul Dt. Karayiang, Kalaksa BPBD Yufnani Away, Kadiskominfo Jhon Kenedi. Mememaparkan bahwa hasil pemeriksaan warga Nan Kodok, Kelurahan Tigo Koto Dibaruah yang meninggal berinisial E adalah Negatif Covid-19.
“Pagi tadi melalui RSUD Achmad Mochtar, diinformasikan kepada kita, telah keluar hasil pemeriksaan laboratorium, warga kita Nyonya “E” dinyatakan Negatif Covid-19,” kata dr. Bakhrizal.
Hasil tes ini, kata dr. Bakhrizal adalah dari Laboratorium Unand sebagai tempat pemeriksa tes Covid-1 yang direkomendasikan oleh negara dan dipercaya secara nasional. Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 5 April 2020 kemarin.
Dengan telah keluarnya hasil pemeriksaan ini dan disampaikan ke publik, Pemerintah menghimbau warga agar tidak mencari informasi atau menyebarkan informasi bersifat hoaks, atau mencari informasi yang tidak bisa diakui kebenarannya.
“Dengan masih Zero nya angka Covid-19 di Payakumbuh, Pemko tidak diam, malah akan segera mengambil langkah antisipatif di dalam kota, kita tidak mundur, arahan Wali Kota Riza Falepi bagaimana kita betul-betul fight melawan Covid-19,” ujarnya.
Bakhrizal juga mengajak masyarakat agar mengubah perilaku dalam menyikapi penyebaran virus ini, serius mengikuti anjuran pemerintah, dengan berdiam diri di rumah dan apabila terpaksa keluar rumah, harus memakai masker seluruhnya.
“Anjuran dari WHO, wajib memakai masker walaupun dari kain, yang bisa dicuci dan dipakai berulang kali, sedangkan masker bedah dan N95 itu untuk petugas medis,” katanya.
Kedepannya, Pemko juga meminta kepada masyarakat agar tidak mudah menyebarkan isu-isu yang belum tentu kebenarannya di media sosial karena akan membuat panik dan resah.
“Bijaklah dalam bermedia sosial, jangan mudah percaya dan menyebarkan kabar yang tidak jelas agar kita semua dapat tenang dalam menghadapi wabah Covid-19 ini, ikuti himbauan pemerintah,” pesan Bakhrizal (TT)









