BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Fitrayanto Desak Pemko Payakumbuh Kembali Anggarkan Insentif Guru TPA dan Gharim Masjid 2027.

PAYAKUMBUH — Ketua Komisi C DPRD Kota Payakumbuh sekaligus Ketua Fraksi PPP, Fitrayanto yang akrab disapa FYT, mendesak Pemerintah Kota Payakumbuh kembali mengalokasikan anggaran insentif bagi guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan gharim masjid pada tahun anggaran 2027.

Desakan tersebut disampaikan FYT dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027.

Menurut FYT, keberadaan guru TPA dan gharim masjid memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah daerah membangun sumber daya manusia yang beriman dan bertakwa. Mereka dinilai tidak hanya menjalankan tugas keagamaan, tetapi juga turut berkontribusi dalam membentuk karakter generasi muda dan menjaga kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.

FYT menyebut, selama kurang lebih dua tahun terakhir, guru TPA dan gharim masjid tidak lagi mendapatkan insentif dari Pemerintah Kota Payakumbuh. Karena itu, ia meminta agar dukungan tersebut kembali dianggarkan dalam APBD 2027.

“Guru TPA dan gharim masjid memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah membangun sumber daya manusia yang beriman dan bertakwa,” ujar FYT.

Ia menjelaskan, guru TPA memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan Al-Qur’an sekaligus menanamkan nilai-nilai agama dan akhlak kepada anak-anak sejak dini. Sementara gharim masjid menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas ibadah serta berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Karena itu, FYT berharap Pemko Payakumbuh dapat memberikan perhatian serius terhadap keberadaan mereka dengan kembali menyediakan anggaran insentif pada 2027.

“Ini bukan hanya persoalan insentif, tetapi juga bentuk penghargaan pemerintah terhadap pengabdian guru TPA dan gharim masjid yang selama ini ikut membantu membangun generasi yang beriman dan bertakwa,” tegasnya.

FYT menambahkan, pembangunan daerah harus dilakukan secara seimbang, tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, pendidikan keagamaan merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk generasi yang memiliki kecerdasan, karakter, moral, serta nilai-nilai keimanan.

Ia berharap pembahasan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 dapat mengakomodasi kembali anggaran insentif bagi guru TPA dan gharim masjid sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap pembangunan sumber daya manusia dan kehidupan keagamaan masyarakat Kota Payakumbuh.

(FajriHR).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *