BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...
WISATA  

Salah Satu Cabang KTIQ Ikut Dilombakan Karya Tulis Ilmiah Al Qur’an 

Salah Satu Cabang KTIQ Ikut Dilombakan Karya Tulis Ilmiah Al Qur’an 

 

Bukittinggi,Payakumbuhpos.id, –Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional ke 41 tingkat Provinsi Sumatra Barat tahun 2025, juga melaksanakan cabang lomba yang cukup baru, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ). Lomba ini dilaksanakan di venue MAN 2 Kota Bukittinggi, Minggu (14/12) hingga Rabu (17/12).

 

Ketua Dewan Hakim KTIQ, Prof. Dr. F. Rinaldi, menjelaskan, cabang KTIQ merupakan jantung intelektual dari seluruh rangkaian MTQ. Cabang ini bukan sekadar menguji kemampuan menulis, melainkan menguji sejauh mana para peserta mampu mengintegrasikan nalar kritis dan pemahaman mendalam terhadap sumber utama ajaran Islam Al-Qur’an untuk menghasilkan solusi dan gagasan yang relevan bagi masyarakat.

 

“Adapun tema untuk tahun ini adalah Pengelolaan SDA dan lingkungan hidup dalam perspektif Al Quran.” ujarnya.

 

Pada MTQN ke 41 ini, cabang KTIQ diikuti 29 peserta dari seluruh kabupaten/ kota di Sumatra Barat. Dewan Hakim berharap, karya yang disajikan dapat menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan keislaman di Indonesia.

 

“Kami mengundang para peserta untuk menunjukkan kedalaman literasi keagamaan dan akademis mereka. Keaslian gagasan, metodologi ilmiah yang kuat, serta relevansi dengan tema akan menjadi fokus utama penilaian. Menggagas ilmu dalam waktu yang sangat terbatas berbeda dengan karya ilmiah lainnya, untuk KTIQ menggunakan pendekatan ilmiah popular. Teknis dan panjang tulisan 10 hingga 15 halaman include dengan daftar pustaka, ditulis dalam rentang waktu 9 jam, tidak ada peserta membawa file dan larangan menggunakan AI. Kami mengharapakan gagasan originalitas, jika peseta mengutip dari buku atau jurnal maka wajib dengan pharafrase.” tambahnya.

 

Cabang KTIQ dan KTIH, pada hari pertama Minggu (14/12) dilaksanakan cabang KTIQ putra dan putri. Pada hari kedua Senin (15/12) cabang KTIH putra dan putri. Hari ketiga, Selasa (16/12) semifinal KTIQ putra dan putri dan pada hari terakhir Rabu (17/12) final KTIQ dan KTIH.

(Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *