BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Tiga Permasalahan di Kota Padang Perlu Dapat Perhatian Serius

PADANG – Seharusnya permasalahan yang masih ada perlu mendapat perhatian serius dan segera dituntaslkan, seperti pendidikan, kesehatan, pelayanan publik dan yang laiinya.

Menurut Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani, di Padang, (16/2), pimpinan kota bersama jajarannya harus bergerak cepat. Sehingga berbagai permasalahan yang masih ada bisa. dituntaskan.

Ia menyebutkan, program wajib belajar perlu dipacu lagi. Tentu harus disiapkan sarana prasarana yang masih minim, seperti lokal belajar untuk tingkat SD dan SLTP sekitar empat ratus enam puluhan lokal. Juga kebutuhan riil sekolah, baik untuk anak didik dan fasilitas lainnya. Begitu juga halnya untuk MAN dan SLTA. kita minimal ikut memproses pengadaan lahan. Karena anak anak yang usia sekolah masih besar.

Begitu juga sektor kesehatan. Dari 24 Puskesmas yang ada di Padang, lima puluh persen status lahannya belum bersetifikat. Tentu. Kita terkendala dalam upaya peningkatan fasilitas kesehatan, plus pelayanan. Juga kita harusnya sudah memprogram ambulace gratis, jemput antar warga berobst ke Puskesmas dan lainnya. Ini perlu.menjad perhatian serius kepala daerah dan jajarannya.

Menyangkut pelayanan publik ini perlu dipacu lagi. Bagaimana masyarakat betul betul mendapatkan pelayanan baik diseluruh sarana pelayanan.

Di Padang menurut data terakhir yang didapat Syafrial Kani masih banyak keluarga yang rapuh, sikitar dua ribuan pasangan cerai resmi, belum lagi yang tidak resmi. Adanya/ banyaknya LGBT yang mengancam, Narkoba dan kenakalan remaja lainnya. Hal ini harus mendapat perhatian serius.

Kita berharap semua permasalahan yang masih ada tersebut tentu harus diprioritaskan, tegasnya. (richard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *