oleh

Ingin ke Mentawai? Pelabuhan Teluk Bungus Miliki Tiga Unit Kapal Penyeberangan

PADANG – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan kehadiran kapal motor penyeberangan (KMP) Tanjung Burang, yang merupakan KMP ketiga, setelah sebelumnya yang telah beroperasi KMP Gambolo dan KMP Ambu Ambu.

Dengan ditambahnya jumlah KMP di Pelabuhan Teluk Bungus itu, juga sebagai bentuk salah satu substansi dari visi misi Pemprov Sumatera Barat yaitu melaksanakan percepatan, pemerataan dan konektivitas transportasi laut untuk meningkatkan efektivitas dan efisien pergerakanan orang dan barang terutama konektivitas ke Kepulauan Mentawai.

“Jadi dengan adanya penambahan satu unit kapal penyeberangan yakni KMP Tanjung Burang dapat menghadirkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat terutama bagi Mentawai dan Padang,” katanya, Minggu 18 April 2021.

Dengan beroperasinya KMP Tanjung Burang maka frekuensi konektifitas kapal penyeberangan ke Mentawai akan bertambah. Sehingga terhitung mulai hari Jumat 16 April 2021, maka setiap hari nya akan selalu ada kapal penyeberangan tersedia menuju ke Mentawai.

Menurut mantan Walikota Padang ini hadirnya KMP Tanjung Burang itu tidak terlepas dari kinerja dari Pemkab Mentawai, Dinas Perhubungan Provinsi, Kementerian Perhubungan melalui BPTD sebagai satuan kerjanya di wilayah Provinsi Sumbar dan juga pihak PT ASDP Indonesia Ferry sebagai operator kapal.

“Pada awal KMP Tanjung Burang ini melayani trayek Padang Mentawai. Namun besar harapan kami kapal ini nantinya dapat juga melayani penyeberangan antar pulau yang ada di Kepulauan Mentawai,” katanya.

Gubernur berharap semoga sinergitas yang berjalan selama ini bisa terus bergandengan tangan ke depannya, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan mewujudkan transportasi yang berkeselamatan, aman, nyaman bagi masyarakat.

“Terwujudnya hal ini semenjak Pelabuhan Teluk Bungus pengelolaan asetnya kepada Kementerian Perhubungan yang terhitung 1 Januari 2021 lalu. Alhamdulillah saat ini sudah banyak perkembangannya,” ujarnya.

Pelabuhan Teluk Bungus Kini Punya Tiga Unit Kapal Penyeberangan ke Mentawai

Angkutan orang dan barang di Pelabuhan Teluk Bungus Padang, Sumatera Barat, menuju Kabupaten Kepulauan Mentawai, kini bisa lebih intens.

Mahyeldi mengatakan kehadiran kapal motor penyeberangan (KMP) Tanjung Burang, yang merupakan KMP ketiga, setelah sebelumnya yang telah beroperasi KMP Gambolo dan KMP Ambu Ambu.

Jumlah KMP di Pelabuhan Teluk Bungus itu, juga sebagai bentuk salah satu substansi dari visi misi Pemprov Sumatera Barat yaitu melaksanakan percepatan, pemerataan dan konektivitas transportasi laut untuk meningkatkan efektivitas dan efisien pergerakanan orang dan barang terutama konektivitas ke Kepulauan Mentawai.

“Jadi dengan adanya penambahan satu unit kapal penyeberangan yakni KMP Tanjung Burang dapat menghadirkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat terutama bagi Mentawai dan Padang,” katanya, Minggu 18 April 2021.

Untuk itu, dengan beroperasinya KMP Tanjung Burang maka frekuensi konektifitas kapal penyeberangan ke Mentawai akan bertambah. Sehingga terhitung mulai hari Jumat 16 April 2021, maka setiap hari nya akan selalu ada kapal penyeberangan tersedia menuju ke Mentawai.

Menurut Mahyeldi hadirnya KMP Tanjung Burang itu tidak terlepas dari kinerja dari Pemkab Mentawai, Dinas Perhubungan Provinsi, Kementerian Perhubungan melalui BPTD sebagai satuan kerjanya di wilayah Provinsi Sumbar dan juga pihak PT ASDP Indonesia Ferry sebagai operator kapal.

“Pada awal KMP Tanjung Burang ini melayani trayek Padang Mentawai. Namun besar harapan kami kapal ini nantinya dapat juga melayani penyeberangan antar pulau yang ada di Kepulauan Mentawai,” sebutnya.

Gubernur berharap semoga sinergitas yang berjalan selama ini bisa terus bergandengan tangan ke depannya, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan mewujudkan transportasi yang berkeselamatan, aman, nyaman bagi masyarakat.

“Terwujudnya hal ini semenjak Pelabuhan Teluk Bungus pengelolaan asetnya kepada Kementerian Perhubungan yang terhitung 1 Januari 2021 lalu. Alhamdulillah saat ini sudah banyak perkembangannya,” ujar Mahyeldi.

Adil Amri/De Bastian

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed