Galodo Terjang Jembatan Kembar Silaing:13 Korban Ditemukan, Lembah Anai Ditutup Total.
Padang Panjang / Padang Pariaman—27 November 2025 Tim media kami menelusuri rangkaian kejadian galodo dan longsor yang menghantam Jembatan Kembar Silaing, Padang Panjang, Kamis siang. Kejadian tersebut bukan hanya menelan korban jiwa, namun juga membuka kembali kenyataan lama, bahwa jalur Lembah Anai adalah koridor maut yang tidak pernah aman dalam intensitas hujan ekstrem.
Hingga Kamis malam, data resmi mencatat 6 korban selamat di Padang Panjang dan 7 jenazah ditemukan di Kayu Tanam yang diduga kuat terbawa arus dari pusat galodo.
Dari hasil penelusuran tim media di Silaing Bawah dan Silaing Atas, aliran air yang menghantam Jembatan Kembar datang dalam volume besar dari hulu Silaing, membawa bongkahan batu besar, kayu-kayu patah, pasir dan lumpur yang tebal, material dari tepi sungai yang tergerus akibat hujan 72 jam tanpa henti.
Warga sekitar menyebut suara dentuman keras sebelum air besar tiba indikasi adanya material longsor yang terbawa air dari hulu.
Hasil kompilasi laporan warga, polisi, dan BPBD menunjukkan.
11.30–11.40 WIB, Debit air sungai meningkat tajam.
11.45 WIB, Material lumpur mulai menutup badan jalan.
11.50 WIB, Arus deras menghantam jembatan dan menyeret apa saja yang berada di jalur air.
11.52 WIB, Warga melaporkan korban terlihat hanyut.
Tidak ada peringatan dini otomatis karena sistem monitoring debit sungai di segmen hulu belum terpasang penuh.
Berdasarkan keterangan dari BPBD Padang Pariaman 7 Jenazah Terseret ke Kayu Tanam, ditemukan sepanjang aliran sungai beberapa jam setelah kejadian. Hasil penelusuran media, lokasi temuan berada 7–12 km dari pusat galodo, mengikuti arus Batang Anai.
Jenazah ditemukan dalam kondisi terbawa arus kuat, menunjukkan bahwa kecepatan air galodo sangat tinggi.
Keseluruhan jenazah dibawa ke Puskesmas Kayu Tanam untuk identifikasi.
Hingga malam ini, nama dan identitas korban belum dipublikasikan secara resmi karena keluarga masih dalam proses pelaporan dan pencocokan ciri fisik.
Tim kami yang berada di lokasi memastikan bahwa setidaknya ada 3 titik penemuan, bukan satu, menandakan distribusi arus air yang luas.
6 Korban Selamat, Luka Serius, Trauma Berat.
Di Padang Panjang, 6 korban selamat berhasil ditemukan dan kini dirawat di RS Yarsi (5 orang), RSUD Padang Panjang (1 orang)
Mereka mengalami luka di kaki dan tangan akibat benturan material, trauma inhalasi lumpur, syok akibat terseret arus.
Petugas medis menyebut bahwa keberhasilan evakuasi cepat menjadi faktor penting menyelamatkan nyawa korban.
Polres Padang Panjang memutuskan penutupan total jalur karena, material yang menutupi jalan cukup tebal, potensi longsor susulan, getaran kendaraan dapat memicu runtuhan tambahan, kontur tebing jenuh air setelah hujan berhari-hari.
(FajriHR).













